ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 9 August 2008

Panglima TNI: Kongres AS Intervensi

JAKARTA, JUMAT-Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menilai permintaan sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang mendesak pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap dua separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) Filep Karma dan Yusak Pakage adalah intervensi atas kedaulatan RI sebagai bangsa dan negara."Jelas itu memang intervensi," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai mengikuti acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/8).Permintaan pembebasan dua tokoh OPM kepada Presiden Yudhoyono disampaikan 40 anggota Kongres AS melalui surat. Pengajuan surat permintaan tersebut mendapat pembenaran Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Sudjadnan Parnohadingrat. Menyangkut permintaan pembebasan dua tokoh OPM itu, Djoko Santoso mengaku, menyerahkan penuntasan masalah itu ke tangan pemerintah, terutama Departemen Luar Negeri. "Ini wewenang pemerintah, dan bukan wewenang TNI. Yang jelas kita menunggu dari pemerintah," ujarnya.Djoko menambahkan, pergerakan OPM di bumi Papua tidak segarang pada tahun-tahun sebelumnya yang aktif melalui jalur militer. Pergerakan OPM saat ini justru berada pada jalur politik. "Pergerakan OPM di Papua masih ada, cuma tentu gerakan bersenjata sangat kecil dan mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya politik. Dan saya kira dari adanya permintaan itu, sudah jelas dan kelihatan," urainya. Filep Karma dan Yusak Pakage sendiri pada Mei 2005 dijatuhi hukuman 15 dan 10 tahun penjara dalam kasus makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, pada 1 Desember 2004. sumber : www.kompas.com

No comments :