ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Friday, 17 October 2008

Penggunaan Benih Unggul di Dairi Meningkat

PT Dupont salah satu produsen benih bermutu telah mengambil peran bagi pengembangan agri bisnis di Kbupaten Dairi. Hal itu ditandai peningkatan pemakaian benih unggul oleh petani hampir di seluruh Kecamatan dimana hal itu berlangsung secara kontinu. “Benih bermutu yang sudah dipasarkan adalah jagung yang varietas P23 dan padi PP1,” kata Moses Siahaan dan Budi Jalu Raharjo ... keduanya agronomis PT Dupont ketika ditemui diacara Pesta Budaya Njuah-jauh dan Pameran Pembangunan dalam rangka Harijadi Kabupaten Dairi ke-61 tahun 2008, di Stadion Sidikalang, Jumat (10/10).Disebutkan jagung Hibrida Pioneer P23 sangat cocok dibudidayakan di Kabupaten Dairi. Dimana pertumbuhan tanaman seragam batang besar dan kokoh dan mempunyai potensi hasil 10.5 ton pililan kering per hektar. Memang, dari segi harga benih, biaya tergolong mahal namun dari pertimbangan produktivitas atau nilai ekonimi yang diterima tentu menggairahkan sedang kebutuhan benih perhektar hanya kisaran 20 kilogram. Sepanjang ketinggian tempat masih dibawah 900 meter diatas permukaan laut, laju vegetative dan generatifnya pasti memuaskan dengan syarat, perawatan berupa penyiangan dan pemupukan wajib mengikuti petunjuk. Ditengah harga jagung yang terus menunjukkan tendensi menaik, menurut Moses, permintaan ats benih ini terkadang tak tertutupi sebab teknik pembuatan benih unggul juga sangat dipengaruhi oleh cuaca. Tentang morfologi benih padi PP1, Menurut Moses, pertumbuhan tanaman tegak dan seragam, anakan banyak dan produktif malah panjang dan penuh dengan potensi hasil 10,4 ton per hektar GKG (Gabah Kering Giling). “Rasa nasi dari beras ini pulen dan harum. Perlubang, cukup ditanam satu dua bibit saja. Dengan demikian kebutuhan benih hanya 15,17 kg per hektar. Benih ini sudah jamak diusahai di Kecamatan Siempat Nempu , Berampu dan Lae Parira, paparnya. Sumber : Warta Kita

No comments :