ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Sunday, 26 October 2008

Rektor IPDN PROF. DR. NGADISAH, MA

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2008 pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan Wawancara Eksklusif bersama Rektor IPDN Prof. DR. Ngadisah,MA. Wawancara ini dilakukan oleh Administror Website, dalam rangka memenuhi keinginan pengunjung website atas Kepemimpinan Rektor IPDN yang baru saja dilantik oleh Menteri Dalam Negeri pada hari Kamis, 16 Oktober 2008.Tepat pukul 19.00 WIB pada hari Sabtu, 25 Oktober 2008, kami menerima balasan sms dari Ibu Rektor perihal kesediaan beliau untuk diwawancarai. Sejak pukul 07.00 WIB 26 Oktober 2008, Administrator Website mempersiapkan baik materi wawancara, alat perekam dan kamera. Untuk petugas kamera dipercayakan kepada Mahasiswa MAPD Angkatan 12 yaitu Sdr.Fachri Ruchli,SSTP (STPDN Angkatan 14) Sebelum wawancara secara resmi dimulai, Administrator Website memperkenalkan diri terlebih dahulu juga petugas Photograper kepada Ibu Rektor, Setelah perkenalan singkat, Administrator Website, menjelaskan secara singkat keberadaan Website Pamong Praja.com, sebagai berikut : "Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Rektor menerima kami, selanjutnya kami ingin menyampaikan terlebih dahulu, sejarah onlinenya Website Pamong Praja. Website ini dionlinekan pertama kali 01 Oktober 2007. Secara administrasi sudah dilaporkan keberadaan website ini kepada Plt. Rektor IPDN Bapak Prof.Johanos Kaloh dan Direktur Program Pasca Sarjana IPDN Bapak Prof.Muchlis Hamdi,MPA,PhD. Kedua pejabat ini sangat support atas keberadaan website Pamong Praja, diharapkan Website ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelepas rasa rindu dan kangen sesama Alumni Sekolah Pamong Praja, juga kedepannya diharapkan Website ini dapat memberikan nilai yang lebih kepada Masyarakat Indonesia khususnya para Alumni Sekolah Pamong Praja di seluruh pelosok nusantara.""Oleh karena itu, Visi Website ini adalah Mewujudkan Intelektualitas, Kreatifitas dan Aktifitas Pamong Praja dalam Kehidupannya, guna tercapainya Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Website ini bersifat Personal, dan dikelola oleh Mahasiswa Program Pasca Sarjana IPDN secara individu, dan untuk kegiatan operasionalnya, website ini mendapat dukungan baik moril maupun pendanaan dari Pengunjung/Member Alumni Sekolah Pamong Praja" Selanjutnya Administrator Website, meminta sambutan Ibu Rektor atas keberadaan website ini, sebagai berikut :"Setelah anda menjelas tentang keberadaan website PamongPraja.com, saya menyambut baik dan gembira bahwa ada media komunikasi yang jangkauannya sangat luas, yang tidak hanya menampung berita-berita alumni pamong praja atau sesama pemerhati pamong praja, tetapi juga memuat tentang konsep-konsep ilmiah atau pengalaman dari pamong praja yang sangat bermanfaat tentu bagi generasi pemuda kedepan. Apalagi ini dikelola oleh seorang Mahasiswa S2 yang tentu saja wawasan ilmiahnya sudah lebih baik, mudah-mudahan bisa memperkaya juga konsep-konsep pemerintahan kita kedepan". [Setelah Ibu resmi menjadi Rektor IPDN yang baru, banyak yang mengatakan bahwa jabatan baru Ibu ini turun jabatan dari jabatan Ibu sebelumnya. Bagaimana tanggapan Ibu ? "Ya...memang ada yang mengatakan, masa dari Kepala Badan menjadi Rektor "turun", tapi bagi saya, tidak ada konsep seperti itu. Yang namanya tugas, apa turun atau naik itu adalah soal biasa, yang penting adalah komitmen kita di bidang tugas yang dibebankan kepada kita. Bahwa jika memiliki misi tertentu yang harus ditangani, saya kira kita tidak perlu mempersoalkan naik turunnya jabatan tersebut. Namun perlu saya jelaskan juga kepada publik bahwa jika dilihat dari segi tunjangan tidak ada bedanya dari jabatan sebelumnya. Jadi tunjangan Dirjen, Kepala Badan dengan Rektor IPDN itu sama, tidak beda. Waktu saya jadi Rektor IIP dengan Kepala Badan Litbang, tunjangan itu sama, namun di dalam protokoler lingkungan Depdagri dan karena memang itu adalah lembaga birokrasi, maka menganggap orang dari Akademisi itu kelas 2, sehingga protokoler kita selalu berada barangkali kalau ada jabatan eselon I/c maka jabatan Rektor eselon I/c, ini hanya barangkali mungkin. [Kalau Ibu sudah menganggap jabatan Rektor ini tak masalah bagi Ibu, maka pada saat pembenahan IPDN ini dibutuhkan kepemimpinan. Maka dalam kepemimpinan Ibu nanti, pola JARLATSUH (PENGAJARAN, PELATIHAN DAN PENGASUHAN) apakah dirubah atau dipertahankan ? "Saya kira sistem JARLATSUH adalah ciri pendidikan Pamong Praja, oleh karenanya konsep itu masih tetap kita pakai, hanya yang perlu dibenahi adalah bagaimana memaknai dan menjadikan konsep itu menyatu dan lebih terintegrasi. Selama ini yang saya perhatikan adalah Bidang JAR, LAT dan SUH, berjalan sendiri-sendiri. Kurikulum Pengajaran bikin sendiri, kurikulum pelatihan bikin sendiri, begitu juga pengasuhan dengan programnya sendiri-sendiri. Sehingga ke-3 unsur pendidikan yang ada di IPDN itu, tidak terpadu dan bahkan seperti dalam kotak-kotak yang tidak bisa saling melihat, saling mempengaruhi apalagi saling kerjasama. Oleh karena itu kita sekarang dan ke depan, kita sudah mencanangkan model JARLATUH tetapi dengan model yang bukan sistem horizontal tetapi sekarang dengan model ekosentris. Artinya ada pusatnya di pengajaran kerena sumber ilmunya, dan ilmu tersebut dapat dikembangkan, dipraktekkan yang kemudian menjadi PELATIHAN. Setelah itu bagaimana dari ilmu dan praktek dibuatlah konsep perilakunya. Karena pendidikan IPDN merupakan pendidikan yang profesional, dimana dia harus menguasai ilmunya, harus mampu melaksanakan tugas-tugas dalam praktek, mempunyai keterampilan, dan juga profesional itu harus mempunyai perilaku yang sesuai dengan tugas jabatan yang diembannya. Jadi tidak bisa dipisahkan. JAR dia punya ilmu, LAT dia punya keterampilan dan SUH dia punya kepribadian yang menunjang pekerjaannya tersebut. Katakanlah kita profesional di bidang Pamong Praja, maka yang dikelola adalah Pemerintahan, kita kan harus kenal Ilmu Pemerintahan, contohnya pelajaran Kepemimpinan, maka Pamong Praja tersebut harus memiliki kemampuan pemimpin, maka dia harus tahu ilmu kepemimpinan tersebut. Harus mampu menggerakkan organisasi, mampu mengkomunikasikan program-programnya, maka salah satu bentuk pelatihan kepemimpinan adalah Pelatihan Pidato, maka kepribadiannya adalah kepimpinan yang memiliki moral yang baik, harus memiliki komitmen kepada tugas, harus memiliki visi ke depan, kemampuan memotivasi maka hal tersebut dapat terbentuk dalam Pengasuhan. Maka akan tercapailah tujuan pendidikan yaitu berperilaku yang baik. Jadi tujuan pendidikan Pamong Praja adalah menciptakan pemimpin yang berperilaku baik. Seorang pemimpin itu bukan seseorang yang gagah semata, bisa pakai tanda-tanda jasa dan tanda-tanda pangkat dan atribut yang bermacam-macam itu. Apalagi konsep kepemimpinan kita adalah konsep kepemimpinan pamong, maka dia harus mengedepankan kepentingan orang-orang yang dipimpin. Pamong itu memahami, mengerti dan apabisa menduga apa yang dibutuhkan oleh yang di "emong" yaitu rakyat. Sebelum rakyat mikir, pamong sudah harus mikir dulu. Sehingga JARLATSUH tersebut dapat terintegrasi yang sebelumnya jalan sendiri-sendiri. [Jika kita lihat masing-masing perbidang, maka terihat pada Bidang Pengajaran masih adanya Dosen-Dosen yang mengajar bukan pada bidang keahliannya masing-masing. Masih terkesan hanya pembagian jatah jam mengajar saja ? ] "Betul....dan itu yang saya lihat. Saat ini kita menggunakan 2 pola yaitu pola STPDN dan pola IIP. Memang saya liat di STPDN itu, siapa saja bisa jadi pengajar, berbeda dengan di IIP, kalau bukan pejabat fungsional maka dia tidak dapat mengajar, dan mengajar di IIP juga sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing sesuai dengan fungsionalnya memiliki keahlian tertentu. [Apakah nanti Ibu akan menerapkan sistem Dosen waktu di IIP kepada sistem Dosen di IPDN ? "Saya punya misi ke sana, maka dari itu saya akan mewujudkannya. Sebenarnya sewaktu penggabungan STPDN dengan IIP, saya menduduki jabatan Pembantu Rektor II, dan kami pernah melakukannya dengan cara membuat formulir kesediaan kepada Karyawan IPDN siapa yang mau jadi dosen dan siapa yang mau di jabatan struktural. Maksud saya, jika ada yang berminat jadi Dosen, maka harus ada testingnya, dan persyaratan-persyaratan disiplin ilmunya yang cocok dengan kebutuhan kita dan dia harus mengembangkan karier sebagai Dosen sebagai tenaga fungsional, tidak boleh ada jabatan rangkap yach struktural yach fungsional. Karena mereka belum terbagi profesioanlitasnya, sehingga banyak dosen namun tidak sesuai dengan keahliannya, yang penting katanya hanya mendapatkan mata kuliah mengajar saja. Dan apabila dikurangi jam mengajarnya bisa menimbulkan dan keributan di kalangan dosen. Begitu juga dengan pemindahan/pergeseran mata kuliah menjadikan suasana yang tidak kondusif di kalangan para dosen. Sehingga keterbukaan terhadap profesionalisme dosen masih lemah. Oleh karena itu, hal ini yang perlu saya tekankan ke depan dalam kepemimpinan saya selaku Rektor IPDN yang baru. Profesionalitas para dosen akan saya kembangkan, dikarenakan diharapkan IPDN menghasilkan orang yang kompeten sehingga pengembangan SDM para Dosen di lingkungan IPDN saya jadikan prioritas dalam kepemimpinan saya di IPDN ini." [Dalam melakukan pembenahan internal di IPDN, apakah ada perubahan kurikulum dan penjurusan ? "Mengenai kurikulum, sebenarnya saya sudah dipermudah dengan adanya Hasil Tim Implementasi yang dibentuk oleh Menteri Dalam Negeri atas perintah Presiden, dimana Tim tersebut diberi waktu untuk melakukan pembenahan IPDN selama 2 tahun, termasuk di dalamnya mengenai Kurikulum Mata Kuliah. Di sana sudah ada rancangan kurikulumnya termasuk fakultas, program-program studi dan juga pembentukan IIP Regional di daerah. Nah saya tinggal mengikuti saja apa yang menjadi hasil Tim tersebut. Tentu saja yang namanya kurikulum itu bersifat dinamis, artinya bisa kita tinjau setelah kita jalani kemudian kita evaluasi dan kemudian pengembangannya ke mana. Dan untuk pengembangan kurikulum ini, saya berharap banyak kepada para Alumni untuk memberikan masukan, karena mereka itu yang berada di lapangan, yang tau persis kebutuhan di daerah. Karena fenomena di daerah tersebut, akan menjadikan ilmu yang diperlukan bagaimana, keterampilan yang digunakan bagaimana dan prilaku yang bagaimana untuk menunjang kegiatan tersebut. Sehingga para alumni di daerah yang lebih tau. Oleh karena itu, saya menyambut baik jika ada diantara alumni yang memiliki pandangan, pendapat baik disampaikan secara tertulis melalui surat, atau bertatap muka secara langsung atau melalui media lainnya." [Kalau dalam bidang Pelatihan, perubahan apa yang Ibu rancang dalam pembenahan IPDN ? "Masalah pelatihan di kalangan Praja, akan disesuaikan dengan mata kuliah yang nantinya akan dikembangkan. Sehingga antara teori dan praktek saling mendukung dan saling melengkapi dan akhirnya kepada para Praja pun mengetahui secara detil baik dari segi teori maupun praktek." [Jika dalam bidang Pengasuhan, apakah ada rencana Ibu untuk melibatkan pihak Militer untuk pelakukan pembinaan di kalangan Praja. Dikarenakan pada masa sebelumnya, suasana pengasuhan terlihat lebih tertib jika dibandingkan dengan sekarang, meskipun Pengasuh sudah berasal dari kalangan Alumni STPDN ? "Itu adalah pengalaman dan masukan dari alumni yang pernah dididik oleh militer di kalangan kampus STPDN. Tentu saja, orang yang pernah mengalami, melaksanakan dan menjalankan bisa lebih menilai dibandingkan dari orang yang melihat dari luar. Kalau memang ada pertimbangan itu, saya akan melaporkan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri, mudah-mudahan beliau dapat memberikan pertimbangan yang positif, apalagi saat ini kita IPDN sangat kekurangan sekali Pengasuh. Kita masih memerlukan pengasuh sebanyak 100 orang, sehingga rasio perbadingan dengan Praja antara 1 : 20. Dalam waktu dekat rencananya ada rekruitmen pengasuh tetapi tidak begitu saja direkrut secara asal-asalan, dan langsung disuruh membina Praja, saya ingin ada pemahaman dulu, penyamaan persepsi tentang apa yang mesti dilakukan oleh pengasuh dan apa itu pengasuhan. Tentunya ini perlu ada pelatihan beberapa bulan, dan akan membuka kemungkinan bekerjasama dengan pihak Militer, karena memang IPDN dulunya dikembangkan dari pihak mereka. Namun akan dipilah sesuai dengan yang cocok dengan nilai kepamongprajaan. Jadi kemungkinan bekerjasama dengan pihak Militer, secepatnya akan sampaikan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri." [Mengenai tindakan disiplin di lingkungan IPDN, saat ini terkesan tindakan disiplin hanya diberikan kepada Praja selaku mahasiswa di IPDN, sedangkan kepada Pegawai, Karyawan, Dosen dan Pengasuh di IPDN jika berbuat salah, kelihatannya didiamkan saja, tidak ada tindakan disiplinnya ?] "Pertama-tama saya terima kasih, telah diingatkan masalah disiplin ini. Kemaren kita telah membahas masalah statuta IPDN, dimana nantinya kedepan ada Dewan Kehormatan IPDN, yang tentunya dapat memberikan teguran dan mengingatkan kepada Dosen atau Karyawan atau Pengasuh agar supaya mereka berada di dalam relnya masing-masing. Demikian juga diberikan ruang yang luas kepada Mahasiswa dan Praja untuk mengadu dan melaporkan kalau ada Dosen/Karyawan/Pengasuh yang berbuat tidak semestinya. Namun yang sulit kan dari Mahasiswa dan Praja nya sendiri, kalau mereka ditanya apakah ada masalah, mereka semuanya akan menjawab semuanya baik, padahal saya kepingin diskusi dari hati-kehati, apa, bagaimana perlakukan para pendidik kita itu terhadap Praja. Padahal sebelumnya kita pernah melakukan pendataan terhadap Praja yang ingin melaporkan Dosennya, namun ternyata semuanya bersifat diam saja. Padahal di luar terdengar, ada dosen yang susah memberikan nilai, ada juga nilai yang dapat diperjual belikan dan lain sebagainya. Ada dosen yang suka marah-marah saja, berlagak preman dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kami sangat menjamin kerahasiaan jika ada Praja yang mau melaporkan Dosen yang berbuat salah tersebut. Kalau perlu dari organisasi Alumni dapat menyadarkan para Praja di Kampus, karena saat ini adalah era keterbukaan, maka sebaiknya Praja terbuka dalam memberikan informasi terhadap permasalahannya kepada Dosen dan Pengasuh. Jangan sampai mereka takut-takut demi kebaikan, dengan adanya laporan tersebut, menjadikan dasar pihak kami untuk memberikan Tindakan Disiplin kepada para Dosen/Karyawan/Pengasuh. [Tindak lanjut Tindakan Disiplin kepada Para Dosen/Karyawan/Pengasuh tersebut, apakah diapelkan/diupacarakan seperti Tindakan Disiplin yang dikenakan kepada para Praja ? "Kalau menurut saya, tidak bijak kalau Gurunya diapelkan di depan Praja, bagaimanapun kita masih menuntut adanya sikap hormat dan kewibawaan dari dosen. Sehingga kita tidak akan melakukan Apel Luar Biasa terhadap Dosen-Dosen yang bermasalah, sehingga kita hanya akan memberikan sangsi sesuai dengan Etika Keguruan di lingkungan IPDN." [Bagaimana konsep IIP Regional ke depan baik dari segi Kampus, Organisasi dan Tenaga Pengajar/Dosen ?] "Jadi mengenai kampus regional itu, sebenarnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Lembaga IPDN, jadi dia merupakan bagian dari IPDN namun tempatnya ada di daerah. Pembagian Kampus di daerah berdasarkan pembagian jurusan-jurusan dan program studi yang dipilih. Misalnya Program Studi Keuangan Daerah, misalnya ada di Bukit Tinggi, maka Praja dari manapun asalnya dia akan menempati Kampus di Bukit Tinggi tersebut. Jadi tidak ada anggapan bahwa Kampus Regional hanya berisi orang yang berasal dari wilayah setempat saja. Jadi penempatannya berdasarkan Program Studi yang dipilihnya. [Mengenai Program Studi yang akan dimasuki oleh Praja, apakah berdasarkan keinginan atau melalui tahapan seleksi atau penentuan langsung dari lembaga ? "Kita akan mencobanya, mulai pertama berasal dari keinginan dari Praja, kemudian Lembaga memberikan arahan sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikannya. Karena kalau mengikuti keinginan mahasiswa saja, maka nanti akan cenderung satu jurusan saja yang dipilihnya karena beberapa faktor, misalnya mata kuliahnya, dosennya dan tempat kampus di daerah yang akan ditujunya. Oleh karena itu, dibuat beberapa pilihan 1, 2 dan 3. Jadi jika Praja tidak masuk dalam pilihan 1 maka dia bisa dipindahkan dalam pilihan 2 atau 3. Mengenai Tenaga Pengajar di Kampus Regional, berdasarkan dari hasil Tim Implementasi IPDN yang diserahkan kepada Rektor, maka bidang studi/mata kuliah inti IPDN akan didatangkan dari Pusat, sedangkan mata kuliah lainnya dapat dapat mengambil atau bekerjasama dengan Perguruan Tinggi setempat. Dan tentunya untuk pelatihan-pelatihan akan kita masukkan dari praktisis-praktisi birokrasi pada bidangnya masing-masing. " [Apakah ada ruang bagi Alumni yang sudah S2 dan S3 yang berkeinginan untuk mengajar di Kampus Regional ?]"Tentunya pendekatan menjadi Dosen tidak hanya berdasarkan Alumni semata, namun berdasarkan kompetensi masing-masing alumni tersebut untuk menjadi seorang Dosen di Kampus Regional tersebut. Jika memang Alumni itu memiliki kompetensi untuk mengajar dan menjadi Dosen maka hal itu sangat baik sekali sehingga perbaikan IPDN ke depan akan lebih cepat. [Bagaimana pola karir Alumni IPDN ini ke depan ? karena sampai saat ini masih belum jelas pola karir para alumni di lapangan.] "Memang Bapak Menteri Dalam Negeri sudah menugasi kita supaya memikirkan dan merancang pola karir lulusan IPDN, jadi mulai dari mana dan sampai puncaknya di mana, liku-likunya bagaimana dan hal tersebut haruslah terpola. Kalau mulai dari sini maka ujungnya di mana karir tersebut. Oleh karena itu, awalnya karir lulusan IPDN akan menjadi Sekretaris Kelurahan di daerah atau setingkat dengan eselon IV.b, dan ini merupakan suatu peluang yang sangat baik bagi alumni di daerah. Kedepannya, setelah Sekretaris Kelurahan ada jabatan-jabatan yang memerlukan dan memerlukan kemampuan seorang Pamong Praja, misalnya jabatan Camat dikarenakan berdasarkan peraturan perundang-undangan sudah mensyaratkan hanya lulusan pemerintahan yang dapat menduduki jabatan Camat tersebut. Harapan lainnya juga untuk jabatan Sekretaris Daerah akan dipegang oleh lulusan Alumni Sekolah Pamong Praja, namun tentunya harus melalui dan melewati beberapa tes dan persyaratan lainnya. Dan Alhamdulillah, Bapak Menteri Dalam Negeri sangat perhatian terhadap Lembaga Pendidikan IPDN ini.[Mengenai Organisasi Alumni Sekolah Pamong Praja, saat ini ada 3 organisasi, yaitu IKADIK PP yang dipimpin oleh Prof.Sadu, kemudian FKA IIP, yang dipimpin oleh DR.Made dan FKPP yang dipimpin oleh Drs.Asmin Safari Lubis,M.Si. Apakah ada wacana Ibu Rektor untuk membentuk sebuah wadah/organisasi yang manaungi ke-3 organisasi tersebut ?] "Saya kira sebuah organisasi profesi jika ada sub-sub organisasi yang mengembangkan organisasi dan anggotanya sendiri sangat bagus, namun tentunya harus ada organisasi induk, yang menyatukan sub-sub organisasi itu ke dalam suatu wadah, yang nantinya akan menjadi sarana alumni pamong praja untuk berkiprah, apakah itu menyampaikan konsep-konsepnya, pemikiran-pemikirannya ataupun kepentingan-kepentingannya. Seperti juga organisasi lainnya seperti organisasi Dosen, organisasi Dokter dan lain-lain. Silakan ada sub-sub organisasi dalam rangka memudahkan komunikasi dan informasi sesama alumni, namun harus ada payung hukum yang menaungi ke-3 organisasi tersebut, dan pihak IPDN dapat memfasilitasinya. Sehingga ke-3 organisasi tersebut saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan. Karena organisasi tersebut hanyalah wadah untuk menyalurkan aspirasi dan tentunya wadah pemersatu ke-3 organisasi tersebut sangat diperlukan. Dan dalam Statuta IPDN, ikatan alumni itu diperbolehkan meskipun bukan jabatan struktural tapi Lembaga IPDN dapat memberikan fasilitas baik secara administrasi maupun keuangan. Juga fasilitas sekretariat, sepanjang ada tempatnya di dalam Kampus baik di Jatinangor atau di Jakarta, akan disediakan Sekretariat untuk Organisasi Alumni tersebut, dan kami pihak lembaga akan membantunya. Harapan Ibu selaku Rektor IPDN yang baru baik terhadap Alumni dan Lembaga IPDN ? "Pertama-tama saya merasa tersanjung dan terharu, banyak sekali sampai ratusan sms kepada Ibu, memberikan ucapan selamat dan berharap Ibu dapat membenahi Sekolah Pamong Praja ini dan mereka menyatakan siap untuk dimintai saran-saran, masukan, dan saya sangat senang dan bersemangat. Begitu saya dilantik, saya berpikir akan mendayagunakan alumni yang tersebar di seluruh Nusantara untuk memperbaiki sekolah kita, karena para alumni yang sudah merasakan bagaimana pahit getirnya suasana di kampus, kemudian bagaimana proses belajar mengajar, kemudian apa manfaatnya setelah mereka lulus, maka yang punya referensi itu adalah alumni. Oleh karena itu, sangat sangat mengharapkan forum-forum komunikasi alumni apapun bentuknya baik organisasi resmi maupun para Member Website Pamong Praja untuk bersama-sama membina dan membenahi lembaga kita. Oleh karena itu, bisa saja nanti kami yang mengundang, atau pihak alumni yang mengundang kami, atau juga bisa juga secara individu maupun kelompok yang memberikan sarannya kepada kami dalam rangka pembenahan IPDN kedepan,baik secara surat ataupun media lainnya seperti Website Pamong Praja. Intinya kami terbuka dan merindukan para alumni bisa bersama-sama melakukan pembenahan di IPDN. Karena para alumni yang ada di lapangan sudah bisa menimbang, membandingkan antara pola pendidikan yang dulu dan perubahan ke depan sehingga akan diperoleh masukan yang baik bagi pembenahan IPDN, baik itu menyangkut kelemahan maupun kelebihan alumni sekolah pamong praja. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan masukan dari alumni. Dan kami akan selalu terbuka untuk menerima saran dan masukan tersebut, kami tunggu partisipasinya. [Sebuah organisasi sangat umum jika terjadi pergantian pucuk pimpinan maka akan diadakan pergantian beberapa jabatan di bawahnya. Apakah Ibu Rektor merencanakan perombakan posisi jabatan di IPDN ? "Kalau perubahan struktur IPDN telah dibuat oleh Tim Implementasi IPDN yang telah dibentuk oleh Menteri Dalam Negeri, dan tentunya jika ada perubahan struktur maka pasti ada perubahan personil. Dan saya dalam rangka membangun kompetensi, disamping ada rekstrukturisasi di tenaga pengajar, saya kira tuntutan organisasi juga diharuskan melakukan restrukturisasi di bidang personil. Dan sebenarnya hal tersebut sudah diagendakan dan tinggal menunggu waktunya sesuai dengan saran dan masukan dari Tim Implementasi IPDN dan perintah dari Bapak Menteri Dalam Negeri. Jadi masalah tersebut tinggal menunggu waktu saja. Oke..... Setelah selesai melakukan wawancara, Administrator Website pun dipersilakan Ibu Rektor untuk menikmati hidangan yang telah disediakan sebelumnya. Kemudian selanjutnya Ibu Rektor IPDN pun berkenan memberikan bantuan donasi untuk operasional Website Pamong Praja. Beliau mengatakan bahwa bantuan dana ini bersifat pribadi bukan atas nama lembaga, jadi jumlahnya sekedarnya. Kemudian Administrator Website pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kami pun berjanji bahwa setiap donasi yang masuk akan kami masukkan dalam Laporan Keuangan Website dalam Kolom Donasi. Setelah menikmati hidangan yang telah disediakan, kami pun meminta izin untuk pulang, namun sebelum pulang, Ibu Rektor menanyakan seputar masalah pendidikan kami di Program Pasca Sarajana IPDN. Dan kami sampaikan bahwa saat ini kami menyusun tesis dan diharapkan Bulan Desember 2008, kami dapat melaksanakan Sidang Tesis dan Jadwal Wisuda diharapkan bulan Maret/April 2009. Dan Ibu Rektor pun memberikan semangat agar tidak melupakan pendidikan S2 di IPDN dan dapat menyelesaikan dengan tepat waktu. Akhirnya kami pun pamit dari Rumah Dinas Ibu Rektor IPDN yang ada di Komplek Perumahan IPDN Kampus Cilandak Jakarta.(Sumber www.pamongpraja.com)

No comments :