ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 6 November 2008

DR. M.P. Tumanggor & Ibu Ani Yudhoyono

Jakarta: Hari Rabu (5/11) pagi, Ibu Negara Ani Yudhoyono memberikan pengarahan kepada Pengurus dan Anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Candi Singosari Ballroom, Hotel Sahid Jaya. Pengarahan Ibu Ani adalah bagian dari Rapat Teknis para bupati dan kepala dinas pendidikan se-Indonesia. Rapat Teknis tersebut mengambil tema, "Menyusun Strategi Penerapan Konsep Pendidikan Bagi Kabupaten Guna Memenuhi Tuntutan 20 persen Sektor Pendidikan Dalam APBD 2009". Ketua APKASI, MP. Tumanggor dalam laporannya menjelaskan bahwa Rapat Teknis yang dihadiri lebih kurang 350 bupati dan kepala dinas pendidikan tersebut telah dibuka Mendiknas secara resmi tadi pagi. "Gubernur Sumatera Utara tadi pagi juga telah mempresentasikan konsep pendidikan gratis bagi SD sampai SMA tahun 2009," kata Tumanggor."Indonesia sejahtera tentu adalah cita-cita kita bersama, cita-cita bangsa Indonesia. Untuk mencapai itu tentu membutuhkan waktu, konsep, program dan dana yang memadai. Bukti keseriusan pemerintah dalam dunia pendidikan makin nyata ketika Presiden SBY bersama DPR bertekad mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20 persen pada APBN 2009," ujar Tumanggor. Ide untuk menghadirkan Ibu Ani pada Rapat Teknis ini menurut Tumanggor tercetus saat para kepala daerah mendapat pembagian Mobil dan Motor Pintar dari Ibu Negara di Istana. "Pada saat itu Ibu Ani tanpa teks berbicara dengan sangat jelas tentang pendidikan dan keinginan mewujudkan Indonesia Sejahtera," tambah Tumanggor. Sebelum Ibu Ani memberikan pengarahan, para undangan diajak untuk menyaksikan video dokumenter berjudul Indonesia Sejahtera yang berisi rekaman kegiatan Ibu Ani dan anggota SIKIB. Ibu Ani pada pengarahannya mengingatkan bahwa dalam pidato Sidang Paripurna DPR tanggal 15 Agustus 2008 lalu, pemerintah telah menetapkan 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN Tahun 2009. "Presiden juga meminta kepada segenap kepala daerah untuk mengalokasikan 20 persen APBDnya untuk sektor pendidikan. Kita amat bersyukur bahwa beberapa daerah sekarang sudah memenuhinya," ujar Ibu Ani. Ketika Ibu Ani bertanya kepada undangan yang hadir berapa banyak yang daerahnya sudah memenuhi anggaran 20 persen pendidikan, hampir semua bupati dan kepala dinas pendidikan menjawab sudah. "Alhamdulillah kita semua senang sekali karena ini sangat berperan bagi pengembangan anak-anak kita di masa yang akan datang," kata Ibu Ani. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kapolri Bambang Hendarso, Effie Mardiyanto, Murniati Widodo A.S., Okke Hatta Rajasa dan Erna Witoelar. (osa) www.presidensby.info

1 comment :

frenky said...

kapan terwujud nya yah?
20% sudah dianggarkan,itu benar!
tapi klo arahnya tidak jelas tetap aja bocor!
lagi2 hanya mampir di oknum2 tertentu dalam birokrasi pendidikan kita!
dan kami yang telah sempat bersukacita mendengar kabar 20% itu, tetap akan D.O lagie2 karna kurang dana!

skarang yang perlu segera dipikirkan adalah
pembagian KUE 20% itu agar merata tepat sasaran. tidak dengan proporsi yang kmarin2, JUGA
metode pengawasannya yang terbuka (transparan) dan memaksimalkan penggunaan sistem serta meminimalkan pemanfaatan variable2 yang mudah dimanipulasi sehingga tidak ada celah untuk terjadinya kebocoran
(catt: banyak berita di media yang memuat info penyalahgunana dana BOS dan dana2 pendidikan lainnya, itu artinya jika kita tetap mengandalkan birokrasi yang saat ini tanpa ada perubahan di oknum dan sistem komando serta sistem pengawasan,maka lubang yang selama ini ada akan tetap ada dan orang2 yang menampung hasil kebocoran dari lubang itu malah akan bertambah makmur sebab anggaran yang ditambah menyebabkan kebocoran itu juga makin deras)

kembali,point pertama dari perubahan yang saya harapkan tadi adalah "pembagian KUE yang merata, dengan proporsi yang lebih adil"
selama ini selain sentralisasi terjadi dalam pembangunan, juga terjadi dalam pendidikan!
slalu saja pendidikan dikota menjadi prioritasss....
sudah cukupLah era Soeharto,dkk untuk selalu menomorsatukan pendidikan dikota selama 40tahun ini.
pendidikan dikota saat ini sudah dapat berkembang sendiri (mandiri) selain karena peran swasta yang turut menggarap dunia pendidikan di kota, juga dukungan yang telah diberikan selama 40tahun ini oleh ibu tiri kita (ibu pertiwi, yang kini jadi ibu tiri bagi masyarakat luar kota/ luar jawa)
sehingga pendidikan dikota sudah semakin tampan, apik, gagah n' sehat. jauhhh banget deh dari saudara tiri-nya yang bakkirison!

sekarang, Mari kita dukung pengalihan prioritas pemanfaatan dana 20% itu untuk operasi penyelamatan pendidikan di daerah Tertinggal yang kini sekarat, dalam keadaan KOMA,,,,,,
Hey...., coba bayangin aja!
lulus SMA Tahun 2004 Tanpa pernah menyentuh komputer! (itu di ibu kota Dairi)
baru di Jakarte ini Gw knal Laptop n' kata orang sini Gw Katrokk spt saudara kita Tukul.
atau SMA nomor wahid di kampoeng kita (SMAN 1 sdk) mengantarkan siswa2nya ke UI, IPB, ITB blajar kimia, Fisika atau Jurusan2 Teknik tanpa pernah mengenal Laboratorium sebelumnya!
Eittt, itu ga seberapa!
itu masih sangat terhormat!
itu kan di ibukota Dairi
bagaimana pendidikan di NanJombal, atau Lokasi2 yang lebih dalam lagie!
jangankan punya SEDIKIT ini dan itu, gedung aja mengancam nyawa!, nyaris Roboh!
Tolong, bantu kami!
Jangan Robohkan juga semangat kami!

Ada yang punya ide?
bagaimana kita memulai untuk mengarahkan pemanfaatan dana 20% itu lebih adil dengan proporsi yang lebih berpihak kepada pengembangan pendidikan di KABUPATEN?!

tadi saya baca artikel ini,
ehh.., saya baru tahu MR. Tumanggor ternyata Ketua APKASI
itu artinya kita tidak perlu terlalu jauh untuk bergerak mencari dukungan skala nasional dari kabupaten2 lain yang senasib, karna kita dah pegang kepalanya koq
yang terpenting adalah memulainya!

Ayo Gerakkan dan dukung pembangunan pendidikan yang berpihak kepada daerah Tertinggal
ini penting, karena pendidikan memberikan efek Domino
artinya, dengan memajukan Pendidikan di Kampoeng kita, maka kita memajukan Kampoeng kita juga secara keseluruhan dan membuang Gelar Bintang Empat "DAERAH TERTINGGAL"
Selamat Baerjuang!


sian FRENKY SIMANJUNTAK
par Perumnas Kalang Simbara Permai
diundang sama Tulang Hasudungan Hutabarat.
SALAM KENAL....!!!
Senang klo ada yang mau menyapa saya juga, Kbetulan di Blog ini saya cuma kenal Mr. Hutabarat n' amang Sinar Sianturi (Tulang ni Halletku)
Mauliate Godang.....