ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Friday, 14 November 2008

Menelanjangi Visi Misi “PADI”

Ketika pemikiran terusik lamuni Pasangan Drs. Parlemen Sinaga,MM & dr. Budiman Simanjuntak,M.Kes (PADI) memenangkan Ronde Pertama perhelatan Pemilihan Bupati Dairi, seperti apa sih visi PADI. Sebagai insan yang suka “mengobrak-abrik” warna abu-abu, wajar bila niat membedah strategi PADI ini menjadi daya tarik tersendiri. Ternyata ada hal menarik dari strategi yang di formulasikan PADI yang sama sekali belum pernah terbaca walau dalam praktek sehari-hari sudah sering dilakoni. Konsentrasi penumbuhkembangan partisipasi masyarakat sepertinya menjadi kata kunci perjuangan PADI bila terpilih 5 tahun kedepan. “Gerakan 5 Dari” (The 5-Froms Movement) atau disingkat G-5-D sepertinya menjadi wujud pemikirian brilian, menjadi daya tarik masyarakat.... Gerakan 5 Dairi ini pada masa kampanye pertama tidak begitu di bumikan karena mungkin saja ada pasangan Balon Bupati dengan nomor peserta 5. Namun, kali ini terbukalah bahwa PADI menjadikan G-5-D nafasnya. G-5-D itu sendiri adalah pembangunan Kabupaten Dairi yang dilakukan seluruh masyarakat Kabupaten Dairi sendiri yang menuntut partisipasi aktif masyarakat. Menurut PADI, pemahaman pembangunan sebenarnya yaitu : Dari diri sendiri (From my self), Dari hal-hal kecil (From small matters), Dari sesuatu terdekat (From things nearby), Dari hal-hal mudah (from easy matters), dan Dari Sekarang (From Now On). Makna Pertama yaitu kata from my self (dari diri sendiri), sepertinya diartikan sebagai partisipasi membangun diri dengan terlebih dahulu memotivasi diri dan prilaku untuk berkoitmen membangun. Artinya, kita pribadi-pribadi harus menunjukkan kepedulian pemberantasan kemiskinan di Dairi, kita sendiri dulu yang memulainya. Bila di kembangkan, misalnya dalam hal kesehatan lingkungan. Kita dululah atau diri kita dululah yang menjaga kesehatan diri sebelum berpikir dan turut membangun serta menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Makna Kedua, kata from small matters atau dari hal-hal kecil, mungkin dianalogikan sebagai partisipasi membangun dairi atau masyarakat melalui hal-hal kecil. Artinya, melihat kemampuan diri masing-masing, dengan komitmen serta konsistensi diri bekerja membangun Dairi menyelesaikan masalah-masalah kecil dulu. Contohnya mungkin saja dengan membuang sampah di tempatnya, menjaga dan membersihkan parit di depan rumah kita supaya tidak tersumbat, menjaga ketertiban rumah tangga kita, atau lebih serius bekerja di ladang.Makna Ketiga dari kata from things nearby atau dari sesuatu terdekat. Kalau dicoba memahaminya, bisa saja diartikan PADI bahwa pembangunan masyarakat, pembangunan Kabupaten Dairi di berbagai sektor seperti pendidikan dan kesehatan dimulai dari lingkungan rumah kita, lingkungan desa kita atau lingkungan kecamatan kita. Jika kita ingin membuat dairi bebas dari sampah, atau membuat Dairi itu bersih indah, maka dimulailah dari rumah masing-masing atau halaman desa masing-masing membuat taman, menjaga kebersihan dan gotong royong bersama. Jika semua masyarakat dan desa berpikir seperti ini, maka Dairi akan bersih atau indah dan seterusnya. Sedangkan makna keempat yaitu from easy matters atau dari hal-hal mudah, mungkin saja diartikan PADI, bahwa masyarakat berpartisipasi sebagai subjek dan objek pembangunan,menunjukkan karyanya dari apa-apa yang mampu dilakukannya. Hal-hal mudah mungkin saja berarti taat dan tepat waktu membayar pajak, retribusi, mengikuti berbagai anjuran Pemerintah serta taat akan peraturan yang berlaku. Makna Kelima dalam partisipasi masyarakat dalam membangun Dairi adalah from Now On atau juga berarti dari sekarang. Makna ini menurut saya yaitu keinginan serta partisipasi individu atau masyarakat harus di mulai secepat mungkin tidak menunggu hari esok jika dapat dilakukan sekarang. Contoh ringan yang mungkin bisa di cermati, kalau bisa sekarang membersihkan parit atau selokan mengapa harus menunggu besok, atau kalau bisa sekarang ikut bergotong royong membangun desa, mengapa harus menunggu bulan depan.Kemudian dari penelaan mendalam pada visi dan misi PADI seprtinya tergambar upaya mewujudkan integrasi sosial di seluruh wilayah Kabupaten Dairi dengan mengembangkan sikap “Kesepahaman” (Mutual Under Standing). Menurutnya, hal ini dapat direalisasikan dengan menyelenggarakan berbaga kegiatan yang dapat membuat rasa keterkaitan antara wilayah dan melaksanakan event-event daerah secara bergiliran. Pengembangan program “Cintailah Tetanggamu (Love the Neighbor)” menjadi bahagian sistem yang utama program PADI apalagi pada prakteknya, melalui pembentukan jaringan kerja antara masyarakat dan unsur Pemerintahan sepertinya akan mampu mendeteksi peluang munculnya permasalahan dalam masyarakat dan secara dini dapat dicarikan pemecahannya. Panjang lebar membedah strategi PADI, demikianlah adanya sehingga sepertinya ketertarikan masyarakat wajar saja membawa PADI menjadi yang terbaik. (Penulis adalah Alumni S-2 Universitas Indonesia – www.rhgmsi.blogspot.com)