ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 15 January 2009

Gubernur Sumbar Resmikan IPDN Baso

Menurut berita dari situs www.pamongpraja.web.id bahwa setelah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri pembentukan Kampus IPDN selain di Jatinangor Provinsi Jawa Barat dengan pembentukan Kampus Regional pada 3 (tiga) Provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Riau dan Sumatera Barat, maka pada tanggal 12 Januari 2009 sebagai momentum terwujdunya keinginan masyarakat Sumatera Barat untuk terbentuknya IPDN di Baso dan diresmikan dalam suatu upacara dengan Inspektur Upacara Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi ... dan komandan upacara Camat Canduang Kabupaten Agam. Untuk melengkapi sarana dan prasarana Kampus IPDN di Baso, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menganggarkan dana dalam APBD sebesar Rp. 10 Miliar, sehingga diharapkan para praja merasa nyaman dalam mengikuti studi di kampus ini. Terbentuknya Kampus IPDN di Baso, Gubernur Sumatera Barat mengharapkan terhadap praja Islam yang mengikuti pendidikan di Kampus ini dapat mengisi pengajian seperti khotbah dan secara keseluruhan praja IPDN Baso diharapkan mempunyai kemampuan bahasa Inggeris dengan TOEFL minimal 450. Dalam proses pembelajaran di Kampus IPDN Baso, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan diberikan program studi muatan lokal bagi praja, agar praja bersangkutan dapat lebih mengenal daerah tempat mereka belajar serta membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme. Setelah acara peresmian Gubernur Sumatera Barat memberikan kuliah umum kepada praja IPDN Baso yang berjumlah 100 orang yang berasal dari beberapa Provinsi di Indonesia.Penantian masyarakat Sumatera Barat untuk terlaksananya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Daerah ini akhirnya terwujud. Setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperjuangkan untuk dapat terlaksananya pendidikan dinas kepamongan di Sumatera Barat, maka Menteri Dalam Negeri setelah melakukan beberapa kali survei dapat mengabulkan untuk dilaksanakannya Institut Pemerintahan Dalam Negeri Regional untuk studi jurusan Manajemen Keuangan Daerah bertempat dalam kawasan Badan Diklat Departemen Dalam Negeri Regional Baso, dan diresmikan serta kuliah perdana pada tanggal 12 Januari 2009. Menurut Koordinator Kepamongan Praja Drs. Baharuddin, tahap awal perkuliahan di Kampus IPDN Regional Baso akan diisi oleh 100 orang Praja yang berasal dari beberapa daerah, antara lain dari Provinsi Bangka Belitung 2 orang, Bali 2 orang, Banten 2 orang, Bengkulu 2 orang, DKI Jakarta 1 orang, Gorontalo 1 orang, Jawa Barat 6 orang, Jambi 2 orang, Jawa Tengah 7 orang, Jawa Timur 7 orang, Kalimantan Barat 3 orang, Kalimantan Selatan 3 orang, Kalimantan Tengah 3 orang, Kalimantan Timur 3 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Lampung 2 orang, Maluku 2 orang, Maluku Utara 2 orang, Nanggroe Aceh Darusalam 5 orang, NTB 2 orang, NTT 4 orang, Papua 6 orang, Papua Barat 2 orang, Riau 3 orang, Sulawesi Barat 1 orang, Sulawesi Selatan 5 orang, Sulawesi Tengah 2 orang, Sulawesi Tenggara 2 orang, Sulawesi Utara 4 orang, Sumatera Selatan 3 orang, Sumatera Utara 6 orang dan Provinsi Sumatera Barat sebanyak 4 orang. Dalam pelaksanaan proses belajar dan mengajar di Kampus IPDN Regional Baso, Koordinator Akademik Drs. Sayuti, M.Sip, mengatakan telah dilakukan kerjasama berupa MOU dengan 11 orang tenaga pengajar dari Universitas Andalas Padang, sedangkan untuk kegiatan perkuliahan dan pelatihan, mata kuliah wajib IPDN Regional Baso melibatkan tenaga pengajar dari Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

No comments :