ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Wednesday, 4 February 2009

Demonstrasi Demonstran Anarkis

Kecendrungan demo dan anarkhis di banyak waktu dan tempat disesuaikan dengan pesan sponsor yang siap menyediakan ATM bagi orang orang yang ingin bergabung. Sangat jarang orang berdemonstrasi bila tidak ada nasi bungkus, ongkos, dan aqua gelas karena sepertinya dibanyak proses demonstrasi yang ikut berdemo cenderung orang-orang yang membutuhkan sebungkus nasi dan sedikit tambahan untuk dapur atau tagihan lainnya.. Ada juga demonstrans intelektual, terpandang dan berdasi seperti yang dilakukan oknum kepala desa, guru, pegawai BUMN dan PNS. Hanya sepertinya kecendrungan demonstran itu mau dan berani bersuara karena ada yang menungganginya. Tentu saja, ada suatu cita cita yang ingin dicapai sesuai pesan sponsor melalui demonstrasi yang kemudian dapat berkembang menjadi anarkis. Ini disebabkan keputusasaan karena banyaknya kepentingan sehingga mengakibatkan bargaining berbagai pihak yang menghasilkan status Quo Massa tidak terkendali atau .... mungkin dikendalikan seorang atau beberapa orang aktor merasa cara anarkis plus dengan berbagai letusan senapan, goresan senjata tajam dan hitungan nyawa yang terbang adalah cara paling santun untuk memaksa penguasa penguasa untuk mengambil suatu keputusan seperti yang sponsor harapkan. Di luar itu, namanya manusia yang punya emosi, ada banyak setan yang sangat setia mendampingi emosi, pada akhirnya bisa saja kejadian yang tidak diingiinkan terjadi walau penyesalan di tuai. Setidaknya berpikir jernihlah dengan melihat kasus kasus akibat demonstrans yang anarkhis, dengan menyeret pelaku-pelaku mulai dari eksekutor di lapangan, moderator,komentator pemicu letusan hingga konseptor nya Apa kata dunia, setidaknya ungkapan berpikir dulu baru bertindak kemudian jika kesimpulannya tidak membawa derita bagi kita dan orang lain, silahkan optimis berbuat, masih sangat relevan. be cereful.....

1 comment :

aws05ngofatidore said...

I like Your Blogg.....Jika ada wkt q sering mampir skedar baca2 postinganx...