ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 12 March 2011

Kunjungan Kerja Bupati Dairi ke Gunung Sitember

BUPATI DAIRI - KRA. Johnny Sitohang Adinegoro bersama tim yang terdiri dari aparat SKPD Pemkab Dairi kembali mengadakan kunjungan lapangan ke Desa Gundaling dan Desa Rante Besi Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi selama 2 hari (25-26 Februari 2011). Kunjungan rutin Kepala Daerah yang dikenal dekat dengan rakyatnya tersebut dimaksudkan untuk menyapa langsung masyarakat di desa-desa guna mengetahui secara nyata keluhan dan kebutuhan warga masyarakat.Bupati bersama rombongan harus rela tidur seadanya di rumah penduduk bahkan sebagian tidur di dalam mobil rombongan. Untuk tidak membebani masyarakat yang dituju, rombongan sengaja membawa peralatan masak dan bahan makanan dari ibukota kabupaten...Di dua desa tersebut, Bupati Dairi bersama tim teknis masing-masing SKPD melakukan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kegiatan dimaksud terdiri dari gotong-royong pembukaan jalan dengan dibantu alat berat, pelayanan KTP dan kartu keluarga gratis, pelayanan kesehatan terdiri dari pelayanan KB, pemeriksaan kesehatan anak-anak hingga orangtua, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan dahak untuk mendeteksi penyakit TB Paru, pelayanan giji kurang dan buruk. Dilakukan juga praktek pembuatan kompos (pupuk organik), pendataan anak putus sekolah, pengukuran PH tanah, penyuluhan pertanian, vaksinasi ternak dan penanaman pohon dari berbagai jenis kayu, penyuluhan pemasyarakatan minat budaya baca, sosialisasi mengenai pendidikan formal dan non formal dan berbagai kegiatan lainnya. Selain melayani masyarakat secara langsung, Bupati dalam kesempatan itu bisa mengetahui kondisi nyata menyangkut pelayanan pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Laporan lisan dari Kepala SKPD maupun aparat desa harus diuji melalui wawancara langsung dengan masyarakat dan siswa di sekolah. upati menemukan siswa kelas 3 SD belum lancar calistung (membaca menulis menghitung) karena guru-guru belum sepenuhnya memberi pengabdian yang utuh untuk mendidik para siswa. Kepala sekolah juga jarang masuk kantor. Bahkan Kepala UPT Pendidikan di wilayahnya belum pernah turun ke sekolah binaannya. egiatan satu kali dalam tiga minggu itu dimaksudkan sebagai implementasi motto “Bekerja Untuk Rakyat” guna mempercepat pembangunan dan melihat langsung kondisi wilayah pedesaan yang belum terjangkau pembangunan serta melakukan kegiatan nyata bersama rakyat guna mewujudkan kesejahteraan rakyat Dairi. Bupati Dairi menegaskan, bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah haruslah berpihak kepada rakyat. Sebab, kata Bupati, selama ini masih ada pembangunan yang nyatanya tidak berpihak kepada rakyat bahkan terkesan mubajir dan tidak bermanfaat. Dicontohkan, ada fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat dimana dalam pemberian bibit tanaman kepada masyarakat mengalami kegagalan karena ketidakcocokan bibit tanaman dengan lokasi satu daerah. Dimana bibit tanaman diberikan tanpa melihat apakah sebuah tanaman itu bisa tumbuh dengan baik dan menambah pendapatan masyarakat. “Ada kesan, bibit dari pemerintah cukup hanya dibagikan, terserah mau dipakai atau dibuang, padahal tidak tepat sasaran atau tidak cocok di ladang rakyat. Ini namanya pembodohan serta merugikan rakyat dan pemerintah itu sendiri,” tandas Bupati. Di sektor pendidikan, Bupati menekankan kepada para guru untuk mengabdikan diri secara totalitas kepada anak didik. Sebab, katanya, tidak ada murid yang bodoh pada guru yang pintar. “Guru itu dikatakan pintar makanya tidak ada alasan murid bisa bodoh. Berikan pengajaran di luar jam sekolah jangan hanya di dalam kelas. Tanggung jawab guru adalah bagaimana agar semua anak didik bisa pintar meskipun dengan gaji seadanya,” ujarnya. Para tenaga medis juga harus memberikan pelayanan prima kepada siapa saja tanpa melihat latar belakang ekonomi dan keluarga. Sering kali ketika berhubungan dengan orang miskin sering diabaikan dan mendahulukan orang yang punya uang.Dalam memberantas TB Paru (TBC), petugas harus turun ke lapangan dengan menanyakan warga door to door akan bahaya penularan penyakit dimaksud. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak menutupi penyakitnya, karena malu mengidap penyakit paru-paru. “Kalau itu dibiarkan, maka seseorang yang terjangkit penyakit TB paru akan menularkan kepada orang-orang di lingkungannya dan akan menjalar hingga semua kabupaten dan semua manusia di bumi ini,” kata Bupati. Tokoh masyarakat Desa Gundaling P. Simbolon mengakui keberpihakan Kepala Daerah sejak dijabat KRA Johnny Sitohang Adinegoro. Belum pernah melihat Kepala Daerah yang mau turun langsung berbaur dengan masyarakat, tidur di rumah penduduk serta mau memegang cangkul memotivasi rakyat meskipun dibawah terik matahari yang panas. “Sebelumnya belum pernah ada seperti ini. Jangankan untuk mencangkul, turun ke desa pun belum tentu,” tuturnya. Hal senada juga dikatakan tokoh masyarakat Desa Rante Besi R.Tumanggor. “Bupati sekarang sangat pro rakyat. Mau meninggalkan kesenangannya untuk mengabdi kepada masyarakat. Kepala daerah seperti inilah yang sangat didambakan oleh masyarakat karena bisa mengetahui secara langsung keluhan warganya. Kalau bisa mari kita dukung terus jadi Bupati, supaya masyarakat sejahtera,” ujarnya. Kunjungan tersebut merupakan program dari pemerintah Kabupaten Dairi periode 2009-2014 yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adineogoro dan Irwansyah Pasi, SH. Kunjungan intens dilakukan dengan membagi 3 tim yakni Tim Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Pemkab turun melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

No comments :