ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Tuesday, 6 November 2007

Bupati Dairi sampaikan Pidato Hari Jadi ke-60 Kab. Dairi

Bupati Dairi – DR.Master Parulian Tumanggor, kelahiran Tigalingga 31 Oktober 1950 menyampaikan Pidato Hari Jadi ke-60 Kabupaten Dairi pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Dairi tanggal 1 Oktober 2007. Sidang Paripurna Istimewa yang dibuka Ketua DPRD Kabupaten Dairi – Leonard S. Samosir,BA juga dihadiri Wakil Bupati Dairi – KRA. Johnny Sitohang Adinagoro, Wakil Ketua DPRD – Benpa Hisar Nababan dan Jahya Yosua Sianturi, serta Sekretaris Daerah – Ir.Bungaran Sinaga M.Si, Raja Nembah Maha (Mantan Bupati Dairi tahun 1964-1966) dan Drs. S.Is Sihotang (Mantan Bupati Dairi tahun 1994-1999). Bupati Dairi mengajak semua yang hadir dan masyarakat Kabupaten Dairi untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rencana dan berkat Tuhan pada masyarakat dan Kabupaten Dairi-lah sehingga masyarakat Kabupaten Dairi dapat merayakan hari jadi atau ulang tahun yang ke-60. Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dairi untuk merenungkan, mengevaluasi, merefleksikan dan introspeksi terhadap berbagai kondisi, masalah dan perkembangan pembangunan yang dilalui dalam satu tahun terakhir ini, termasuk kinerja Pemerintah Kabupaten Dairi guna menjadi bahan kajian dalam upaya menyusun berbagai kebijakan pembangunan di tahun mendatang. Ada beberapa hal penting untuk menjadi perhatian bersama, antara lain : Pertama, Bupati Dairi menyoroti banyaknya keterbatasan dan kesulitan yang dialami petani Dairi yang rata-rata memiliki lahan seluas 0,75 hektar. Beberapa diantaranya, alam topografi yang kurang mendukung untuk dilakukan mekanisasi pertanian, relatif mahalnya harga pupuk dan pestisida dan kadang langka, serta pada saat panen kadang harga turun atau rendah. Selain itu infrastrukrur pertanian juga masih terbatas seperti jalan dan saluran irigasi. Olehkarenanya Pemerintah Kabupaten Dairi berupaya ingin segera mengatasi berbagai permasalahan tersebut, namun keterbatasan dana membuat upaya perbaikan harus dilakukan secara bertahap. Kedua, penduduk miskin Kabupaten Dairi jumlahnya sekitar 29.948 kepala keluarga dari 61.305 kepala keluarga atau 48,87%. Hal ini juga berdampak negatif ke sektor-sektor lain, disebabkan rendahnya kemampuan masyarakat akhirnya berdampak dengan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat.


Namun itu tidak berarti tidak ada kemajuan atau tidak ada pembangunan di Kabupaten Dairi. Beberapa upaya pembangunan sebagai upaya memajukan masyarakat dan Kabupaten Dairi telah dilakukan, seperti pembangunan irigasi, gedung sekolah, jalan, jembatan, penambahan jumlah guru dan tenaga medis juga dilakukan secara bertahap. Bupati Dairi juga mengajak seluruh aparatur dan masyarakat untuk berbenah diri, berjuang dan bekerja keras sehingga Kabupaten Dairi mampu menurunkan angka kemiskinan dan mempersempit kesenjangan. MP.Tumanggor juga menyampaikan rasa syukur walaupun masyarakat Dairi heterogen atau multi etnik dan agama namun kerukunan agama dan stabilitas daerah tetap terjaga dengan baik. Modal sosial ini merupakan kebutuhan dasar untuk memulai pembangunan yang merupakan akumulasi dari rangkaian perjuangan para pendiri Kabupaten Dairi dan kerja keras para mantan Bupati dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Dairi beserta seluruh jajarannya. Kepada masyarakat dan aparatur yang berprestasi dan mengangkat nama Kabupaten Dairi, Bupati mengucapkan banyak terimakasih dan berharap agar terus berkreasi dan berprestasi membangunn citra dan nama baik Kabupaten Dairi. Diakhir Pidatonya, Bupati dairi menegaskan dan mengajak masyarakat Kabupaten Dairi untuk tetap mengamalkan dan mempertahankan empat pilar Negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),dan Bhinneka Tunggal Ika.


Menurut Wakil Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Dairi, Julius Gurning,BA selain mantan Bupati, Mantan Ketua DPRD dan mantan Sekda Kabupaten Dairi juga diundang para ketua partai politik, LSM, Ormas, para pejabat eselon II dan III, pers, juga dihadiri 5 orang juara karya tulis ilmiah se-Kabupaten Dairi. Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Dairi berlangsung sekitar 45 menit, dan juga dihadiri Bupati Pakpak Bharat serta Wakil Bupati Samosir. (K-8)

No comments :