ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 28 June 2008

Becak : Ikutan Politik atau Kejar Setoran

Hari ini ketika asik ngegosip di Bengkel Bintang Batang Beruh, aku dikejutkan dengan antrian panjang becak sambil teriak-teriak. Satu dua detik aku memperhatikan, ternyata para abang becak yang sekitar tidak lebih dari 50 becak sibuk, sepertinya mengusung salah seorang kandidat Balon Wakil Bupati Dairi dari Calon Independent menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Dairi di seputaran Dinas Kesehatan, Panji. Fenomena ini sangat menarik perhatianku, melihat setiap aksi para Balon Kepala Daerah selalu melibatkan abang-abang becak untuk mengantar atau ramai-ramai berkampanye, seolah-olah simbol abang becak didaulat mewakili masyarakat banyak terutama wong cilik. Tak habis pikir, cara ini tidak saja diminati para Balon Kepala Daerah, tetapi Balon Kepala Desa, Balon Gubernur sampai Balon Presiden tetap suka bersama abang-abang becak. Aku tertawa, ketika ada becak yang ikut pawai mengantar sang Balon Kepala Daerah itu juga terlihat bekas Balon Bupati Dairi lain. Jadi memang jelas, semangat ikut ramai-ramai dijalanan hanya mencari penumpang angin tetapi mendapat bayaran yang cukup lumayan. Kejar setoran, entah setoran kepada pemilik becak atau ke isteri di rumah, yang jelas Balon Kepala Daerah pasti tidak ambil pusing, karenanya. Dilain sisi, tentu keberadaan abang-abang becak ini perlu disikapi, karena akhirnya pendidikan politik yang baik tidak dapat diberikan sebagai wujud kecintaan daerah, apalagi terhadap Balon Kepala Daerah. Pertanyaannya, kapan giliran tukang Bakso, Es- Cendol, atau tukang sayur diajak ya?

No comments :