ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 28 June 2008

Kalla: Pencopotan Rizal Soal Etika

Berhati-hatilah memberi kritik kepada pemerintah. Salah-salah jabatan di tangan melayang lantaran kritik dianggap tidak etis. Pencopotan Rizal Ramli selaku Komisaris Utama PT Semen Gresik barangkali menjadi contoh kasusnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla usai memimpin rapat harian di DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (28/6) memberikan deskripsi singkat atas pencopotan yang mendera diri Rizal Ramli pada perusahaan yang menjadi milik pemerintahan dibawah komando SBY-JK. "Itu urusan korporasi tentunya. Tapi saya ingin jelaskan, dimanapun, perusahaan apapun di negara manapun, seorang komisaris harus etis kepada yang mempunyai perusahaan. Nah, yang mempunyai PT Semen Gresik itu 52 persennya adalah milik pemerintah," kata Kalla. Selain tidak etis, menurut Kalla akibat kritik-kritik yang disuarakan Rizal Ramli, harga saham PT Semen Gresik melorot. Dari yang semula berada pada kisaran Rp 6.000,- kini harga saham PT Semen Gresik berada pada kisaran Rp 4.000. "Akibat langsung dari itu semua, harga saham semen gresik turun. Karena bagaimana orang mau membeli semen kalau dikatakan ekonomi kita jelek," ujarnya. Meski demikian, Kalla menyatakan, pemerintah sebenarnya tidak anti terhadap kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang selama ini dikeluarkan pemerintah. Namun bila memang sudah kebelet untuk melempar kritik, semestinya kritik itu tidak dikoar-koarkan secara terbuka, alias cukup melalui surat secara tertulis. "Seorang komisaris harus etis kepada pemiliknya. Kalau memberikan saran disampaikan dengan baik, dengan tertulis silahkan saja, tapi memaki-maki pemerintah secara terbuka, kalau anda komisaris saya, walaupun hebatnya anda, tentu itu tidak etis kepada saya," sergah Kalla. Rizal Ramli merupakan salah seorang tokoh nasional yang belakangan ini disorot karena bereaksi keras menolak kenaikan harga BBM. Dengan 'bendera' Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli rajin membeberkan segenap permasalahan atas kenaikan harga BBM sebesar 28,7 persen. Akibat rajin mengkritik inilah kemudian melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Gresik TBK, jabatan Komisaris Utama terdepak dari pundak Rizal Ramli. (www.kompas.com)

No comments :