ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Wednesday, 30 July 2008

Dana Haram DPR Pertinggi Golput

Jakarta - Terkuaknya berbagai kasus uang haram yang masuk ke kantong anggota DPR RI kian memperburuk citra partai politik. Termasuk munculnya sederetan nama anggota komisi IX DPR RI Periode 1999-2004 yang diduga menerima aliran dana BI. Publik kian apatis. Ancaman golput pada pemilu 2009 kian besar."Apatisme publik akan bertambah apabila nanti terbukti di pengadilan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam perbincangannya dengan detikcom, Kamis (31/07/2008). Ditambah apatisme publik yang sudah ada, menurut Qodari, ancaman golput menjadi semakin besar. Namun demikian, masih menurut Qodari, terbongkarnya jaringan sirkulasi uang haram di Senayan itu, juga akan memberikan blessing in disguise atau berkah bagi parpol tertentu. Parpol yang diuntungkan adalah parpol yang anggotanya tidak ikut menerima uang haram itu. "Partai yang tidak menerima akan mendapatkan simpati dari masyarakat. Meskipun belum tentu benar-benar tidak menerima, tapi setidaknya yang namanya tidak ada didaftar akan diuntungkan," lanjut Qodari.Qodari memprediksikan, ada dua kemungkinan respon publik terhadap kasus ini. Pertama, publik menjadi begitu apatis sehingga memilih untuk sama sekali tidak memilih satu pun parpol. Kemungkinan pertama ini akan menambah angka golput.Kedua, publik pendukung parpol yang turut menerima aliran dana haram tersebut akan mengalihkan suaranya ke parpol yang tidak menerima. Kemungkinan kedua inilah yang akan menjadi blessing in disguise bagi parpol-parpol yang dikenal bersih. Terbongkarnya kasus ini, menurut Qodari, menjadi pelajaran bagi parpol agar lebih hati-hati dan lebih rapi dalam menegakkan disiplin dan aturan main organisasi. www.detik.com

No comments :