ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Wednesday, 30 July 2008

Priksa Kesehatan Sebelum Nikah

Menjelang hari pernikahan semua calon mempelai pasti sibuk mempersiapkan diri memastikan bahwa semua rencana telah tersusun dengan baik. Sayangnya masih banyak dari masyarakat kita yang saking terlalu sibuk mempersiapkan hari H, sampai lupa dengan hal kecil yang mungkin terlihat sepele padahal penting dan besar sekali manfaatnya. Periksa kesehatan pra nikah memang belum umum dilakukan di Indonesia, tetapi tahukah Anda bahwa pemeriksaan ini merupakan salah satu prosedur menjelang pernikahan yang sangat dianjurkan oleh pakar kesehatan? Pelajari serba serbinya dibawah ini! Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah kita *dapat mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi masa depan pernikahan, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi (/fertilitas/) dan genetika (keturunan),* dan Anda juga dapat mengetahui penyakit-penyakit yang nantinya bila tak segera ditanggulangi dapat membahayakan Anda dan pasangan termasuk calon keturunan. * *Prosedur Periksa Kesehatan Pra Nikah* * Prosedur yang harus dilakukan sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan kesehatan lain biasanya. Anda dan pasangan membuat janji terlebih dahulu dengan dokter spesialis atau dokter umum kemudian setelah melakukan wawancara singkat tentang sejarah kesehatan, Anda dan pasangan wajib melakukan *pemeriksaan fisik dan rangkaian tes radiologi dan laboratorium* untuk mendeteksi kelainan-kelainan apa saja yang mungkin diderita. Idealnya, pemeriksaan kesehatan pra nikah dilakukan enam bulan menjelang pernikahan. Namun ukuran itu sebenarnya bersifat fleksibel dalam arti kapanpun dapat dilakukan asal pernikahan belum dilangsungkan, agar penyakit-penyakit yang mungkin terdeteksi dapat ditanggulangi terlebih dahulu. * *Persiapan Jelang Periksa Kesehatan Pra Nikah* * Yang pertama tentunya masalah finansial. Pemeriksaan ini memang *memakan biaya lebih*. Maka dari itu, Anda dan pasangan baiknya persiapkan dana lebih dari jauh-jauh hari dan Anda harus ingat bahwa uang yang Anda keluarkan itu merupakan *investasi jangka panjang* untuk kelangsungan hidup rumah tangga yang akan Anda jalani bersama dengan pasangan. Selain itu, Anda dan pasangan pun diwajibkan untuk berpuasa mulai pukul 22.00 sehari sebelumnya dan setelah pengambilan darah, Anda dan pasangan bisa menikmati sarapan. Selama berpuasa, Anda dan pasangan tetap boleh mengonsumsi air putih dan bawalah sedikit contoh /feses/ (tinja) atau /urine/ pagi hari dalam wadah yang bersih. Tentunya Anda tidak ingin menurunkan penyakit bawaan kepada keturunan di masa yang akan datang kan? Walaupun Anda dan pasangan berada dalam kondisi yang sehat, tidak ada salahnya untuk tetap melakukan pemerikasaan kesehatan pra nikah untuk kehidupan pernikahan yang sehat dan jauh dari penyakit. www.hanyawanita.com

No comments :