ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 24 July 2008

Spekulasi Jahat Jatuhkan Balon KDH

Kadang kita manusia kurang memahami siapa diri kita dan siapa orang lain, biasanya selalu ingin orang lain yang mengerti kita tanpa pernah terusik untuk koreksi diri. Sebuah SMS dalam Buku Rakyat Mengadu Presiden Menjawab berkata kepada Presiden SBY : “Aku perlu pekerjaan Pak Presiden ! Aku juga perlu isteri..Aku ingin punya pacar ! Please help me ! You are the President, right ?” +628xx0464xx. Butuh pekerjaan, butuh pacar dan butuh isteri atau sekaligus keduanya, tidak jelas. Demikian juga menjadi Kepala Daerah, tidak jelas, apakah mencari pekerjaan atau kurang kerjaan. Setiap manusia, telah merajut kedewasaan, karir dan perjuangan hidup mulai dari bayi hingga dewasa sampai berhasrat menjadi Kepala Daerah seperti gubernur, bupati atau walikota. Titian napas kehidupan yang telah dihembuskan dalam bersosial masyarakat tentu tidak semuanya tertulis baik dan mendapatkan nilai 100 atau nilai ‘A’ jika di universitas. Tidak sempurna tapi masih dikatakan baik dengan nilai B, C atau nilai 60 di raportnya. Namun, pasti ada 1 atau 2 atau bahkan 100 jalan pintas, berliku atau bahkan jalan sesat yang ditempuh. Tidak bisa disangkal, ketika orang tersadar dari langkah hitam yang ditempuh, dia berada pada kedudukan yang menggaransi diri harus bersih dari segala trouble maker. Seperti keinginan menjadi Kepala Daerah, sosok yang diinginkan masyarakat adalah sosok diri yang sempurna tanpa cela. Yang terjadi, politik tidak pernah mengenal dunia maaf dan tidak mentolerir suatu pertobatan. Kalau memang dia pernah kena air, ya berarti sudah pernah basah, dan dipandang tidak layak bergabung dalam sebuah pertempuran, seperti Pemilihan Kepala Daerah, misalnya. Televisi, majalah bahkan koran-koran telah banyak menyuarakan cerita-cerita lucu, heboh,bahkan mengejutkan tentang seseorang bersaamaan ketika ia ingin mencalonkan diri menjadi seorang Kepala Daerah. Ada yang diisukan telah memiliki anak sebelum menikah dengan isterinya yang syah sekarang (seperti pernah diisukan kepada SBY), ada juga cerita kalau dulunya dia playboy yang suka menyakiti Kaum hawa, tidak perduli orang kecil, kasar, pelit, berasal dari kumpulan keluarga orang jahat, dan ada juga membenturkannya dengan SARA. Kesemuanya itu adalah sebahagian contoh soal yang acapkali dipakai lawan-lawan politik, spekulan, untuk menghancurkan popularitas bahkan masa depan seorang Balon Kepala Daerah. Masyarakat diberikan pendidikan gratis yang cenderung menyesatkan walau tidak semuanya cerita tadi berupa isapan jempol, bahkan ada yang berujung di ngekos di terali besi. Bila seorang Balon Kepala Daerah yang memperoleh nilai A, B, C atau minimal 60 di raportnya (tidak fatal kesalahannya), tidak perlu terganggu dengannya. Namun bila ada something wrong yang menjadi pengalaman hidupya, dulu, sebaiknya segera menyingkir dari arena pergulatan politik seperti Pilkada. Bisa saja sih maju dengan meminjam seragam seorang malaikat, tetapi perlu kerja keras bersolek dan kesalon agar tampil sempurna. Semuanya tidak menjadi masalah bila pintar-pintar menyikapi dan menghempang sepak terjang lawan-lawan politik dan para spekulan yang otaknya hanya berkutat disekitar rupiah dan dolar Amerika. Diluar itu, seorang balon Kepala Daerah harus menyadari berbagai kekurangan dirinya, tidak memaksakan kehendak, berkaca apa sebenarnya daya tarik diri, jelas mengetahui peta dukungan suara serta mampu meraba kekuatan lawan. Masyarakatpun dituntut berpikir lebih cerdas dan arif menyikapi spekulan dan gosip-gosip politik yang dihembuskan siapa saja. Mencari yang terbaik dari kumpulan orang baik bukannya tidak ada, tetapi sangat terbatas, dan tidak ada salahnya jika memilih orang terbaik dari kumpulan orang jelek. Terpenting, menghargai keinginannya sesuai visi misi yang dikumandangkan saat kampanye dan jauh lebih penting mengingatkan, membantu dan menegurnya bila suatu saat ketika ia terpilih sebagai pemenang, mulai lupa akan rakyat. Lihat saja semangat yang disampaikan seorang anak Indonesia melalui SMS kepada Ibu Negara – Ani Yudhoyono yang berbunyi : “Saya Intan, saya kagum banget pada Ibu, setiap ada yang menampilkan Ibu, tak pernah saya lewati. Saya minta doanya agar cita-cita saya menjadi astronot terkabul walaupun saya masih 12 tahun dan saya sumbing, tapi gak boleh kalah sama orang yang tidak seperti saya. Doakan saya Bu” +628xx8812xxx. Perjalanan hidup manusia sudah diatur oleh yang maha kuasa, namun manusia diberi akal dan pikiran untuk menentukan arah jalan yang disiapkan sang pencipta dihadapannya. Demikian juga sang Balon Kepala Daerah, dengan prinsi lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang, maka demikian juga sosok seorang kepala daerah yang dibutuhkan : Kumisnya tidak harus sepanjang kumis daerah lain, itupun kalau berkumis… bagaimana kalau yang dibutuhkan tidak harus berkumis ? (Penulis : Sekjen. IKADIK-PP Dairi-Pakpak Bharat , www.rhgmsi.blogspot.com email : rhgmsi@yahoo.com ).

1 comment :

Anonymous said...

wah yang ginian nih....kalau ketemu tak pencet kayak nyamuk...ngerusak system dan merusak anu....