ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 9 August 2008

Bila Si Dia Selingkuh

Astaga!HidupGaya - Umumnya feeling seorang wanita terutama istri memang kuat. Kadang kala suami yang sering pulang malam tanpa alasan yang jelas sudah cukup membuat seorang wanita jadi penasaran apakah sang suami memiliki selingkuhan di luar sana. Well.. Sebelum Anda menetapkan suami dengan status "tertuduh", ada baiknya Anda selidiki lebih jauh. Kenali beberapa tandanya dan bagaimana cara terbaik menghadapinya.. 1. SMS Mesra. Suatu kali, Anda menemukan sms mesra dari wanita yang tidak Anda kenal di handphone suami. Kali lain, Anda melihat suami asyik ber-sms-ria sembari senyum-senyum di teras rumah. Pada kesempatan lain, Anda menemukan lagi sms mesra dari wanita yang sama di handphone suami. Cara Melacak: Sediakan waktu untuk bicara dari hati ke hati dengan suami. Kendalikan emosi Anda, tunjukkan bahwa Anda sangat sayang padanya dan sangat takut kehilangan dirinya. Ajak ia untuk mendiskusikan tentang rencana-rencana keluarga dan katakan terus terang keberadaannya sangat berarti bagi kebahagiaan keluarga.Sepanjang Anda bicara dengannya, perhatikan baik-baik mimik wajah dan reaksinya. Apakah ia enggan membahas hal tersebut. Kalau iya, tanyakan kenapa ia enggan membahas hari depan keluarga, bukankah hal ini adalah tanggung jawab bersama? Bisa jadi ia akan bereaksi dengan membeberkan sejumlah kesalahan Anda selama ini. Dengarkan dan pahami baik-baik, biarkan ia melepaskan kekesalan hatinya pada Anda selama ini. Tak usah dilawan atau dibantah. Setelah ia puas mengatakan ini itu, meski tidak semuanya benar, baru Anda tanya, apa yang sebaiknya dilakukan agar kehidupan keluarga ini menjadi lebih baik. Dengan cara ini berarti Anda telah menggugah tanggung jawabnya. Karena, kalau Anda mengaitkan dengan sms di handphone-nya maka ia akan menyalahkan Anda habis-habisan sebab telah mengutak-atik handphone-nya. Itu hanya akan memperburuk keadaan tapi tidak akan membuat situasi rumah tangga Anda jadi lebih baik. 2. Dandan Terlalu Lama Suatu kali, Anda melihat suami duduk berlama-lama di depan cermin, asyik membetulkan posisi dasinya, dan beberapa kali mengganti baju karena merasa belum sreg. Lain waktu, Anda melihat suami pulang dengan wajah kinclong, habis melakukan perawatan di salon, padahal itu tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Pada kesempatan lain, suami Anda membeli baju yang warna, motif, dan modelnya berbeda sekali dengan kebiasaan.Cara Melacak: Hadapilah perubahan itu dengan pikiran positif. Melihat suami jadi kinclong, tentu sudah saatnya Anda juga mengimbanginya dengan merawat diri lebih baik. Katakan padanya, Anda kagum melihat perubahannya. Ungkapkan terus terang bahwa Anda jadi termotivasi untuk juga tampil kinclong, dan mohon maaf karena selama ini terlena dan lupa merawat diri sendiri.Sepanjang Anda bicara dengannya, perhatikan baik-baik mimik wajah dan reaksinya. Apakah ia enggan menanggapi komentar Anda. Kalau iya, tanyakan kenapa ia enggan menanggapi. Bukankah perubahan yang dilakukannya demi keharmonisan keluarga. Bukankah suami-istri memang sudah seharusnya saling mengingatkan. Bukankah keseharian keluarga harus terus-menerus di-update agar senantiasa harmonis.Tak usah dikait-kaitkan bahwa perubahan yang dilakukannya berhubungan dengan kemungkinan adanya wanita lain. Karena, hal itu akan membuat ia jadi punya kesempatan menyalahkan Anda yang selalu berpikir negatif terhadapnya. Akibatnya, yang terjadi adalah saling salah menyalahkan, bertengkar hebat, dan sama sekali tidak memperbaiki keadaan. 3. Sering Terlambat Pulang Suatu kali, Anda menemukan suami Anda terlambat pulang dari biasanya. Ketika Anda tanya ia menjawab ada pekerjaan mendadak yang harus dibereskan di kantor. Pada kesempatan lainnya ia juga terlambat pulang dari biasanya dan ketika Anda tanya ia menjawab ada tamu yang harus ia temani. Sedangkan di waktu lain, ia terlambat lagi dan ketika Anda tanya, eh, malah marah-marah. Cara Melacak: Anda curiga, boleh saja. Tapi, bisa jadi suami Anda benar-benar tengah bekerja keras untuk memperbaiki kehidupan keluarga. Maka, mulailah menanggapinya dengan positif. Katakan padanya bahwa Anda sangat menghargai kerja kerasnya, Anda sangat terkesan dengan tanggung jawabnya pada keluarga, dan Anda bangga dengan kesungguhannya. Sepanjang Anda bicara dengannya, perhatikan baik-baik mimik wajah dan reaksinya. Apakah ia enggan menanggapi komentar Anda. Kalau iya, katakan bahwa Anda sangat ingin tahu apa yang tengah dilakukannya supaya Anda bisa men-support-nya. Tunjukkan bahwa Anda sangat ingin meringankan bebannya. Katakan bukankah semua beban keluarga ini sebaiknya di-share berdua.Tak usah Anda kait-kaitkan keterlambatannya pulang selama ini ada hubungannya dengan kehadiran wanita lain. Karena, hal itu akan membuatnya punya celah untuk menyalahkan Anda sebagai istri yang tidak mengerti karier suami. Akibatnya, ia akan merasa di atas angin dan keadaan berbalik, Anda justru akan berada di pihak yang salah. Kalau sudah begitu, wah..wah.. Jadi lebih runyam, kan? Lantas kenapa pria selingkuh? Mungkin inilah pertanyaan yang paling sering menghinggapi benak wanita. Dan berikut beberapa jawabannya: * Sebuah penelitian terhadap eksekutif pria di Jakarta menunjukkan, sebagian besar penyebab pria selingkuh adalah karena besarnya hasrat seksual mereka yang tak terakomodir di rumah. * Penelitian lain menunjukkan, sebagian besar pria berselingkuh dengan mantan pacarnya, dengan rekan kerjanya, kemudian dengan wanita lain yang selama ini berkaltan dengan pekerjaannya. * Ada juga penelitian yang mengungkapkan, sebagian besar pria berselingkuh dengan memanfaatkan handphone, sms, karena fasilitas perangkat komunikasi itu dirasakan lebih efektif.* Seringnya kasus perselingkuhan, balk yang dilakukan para selebriti maupun orang ternama ketika dipublikasikan media massa, membuat selingkuh jadi terasa biasa, normal, dan lumrah saja.Setelah mengetahui beberapa trik di atas, mungkin Anda dapat lebih berhati-hati dan memperbaiki beberapa kekurangan diri serta menambah wawasan sehingga dapat lebih mengimbangi suami baik sebagai lawan bicara, teman curhat maupun sebagai istri yang setia. sumber : www.astaga.com

No comments :