ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 9 August 2008

Mitos Perempuan di Mata Pria

Anda mengkhawatirkan dirinya, dianggap posesif, Anda perhatian eh, dikira ngatur. Ah… jangan buru-buru senewen dulu. Mungkin karena dia memang sudah punya stereotip tentang perempuan yang perlu diluruskan. Nah, tugas Andalah yang melakukannya. Perempuan cerewet. Kenyataannya. Menurut penelitian, perempuan punya kemampuan berbahasa lebih baik dibanding pria. Saat bicara, perempuan memakai kedua sisi otak kiri dan kanan sekaligus. Selain itu, otak pria memiliki kemampuan menyortir informasi, sedangkan perempuan cenderung mengaduk dan mengendapkannya dalam pikiran. Bicara adalah cara Anda mengatasi masalah yang dihadapi. Laki-laki sulit memahami keinginan perempuan karena Anda tidak pernah puas atas apa pun yang mereka berikan. Kenyataannya Sesungguhnya Anda cukup puas dan bangga atas hasil yang diberikan pasangan, tapi sebagai perempuan Anda bisa melihat potensi pasangan bahwa ia bisa melakukan lebih baik lagi. Biar tak salah paham, sekecil apa pun usaha dia untuk menyenangkan Anda, beri apresiasi. Ucapan terima kasih dengan tulus cukup membesarkan egonya.Perempuan terlalu sensitif sehingga terkadang tidak rasional Kenyataannya Disadari atau tidak, perempuan berkomunikasi dengan perasaan lebih banyak ketimbang pria. Seorang neurolog , profesor Ruben Gur dari University of Pennsylvania menggunakan uji scan otak untuk memperlihatkan bahwa otak laki-laki ketika dalam keadaan istirahat, sedikitnya 70% aktivitas elektriknya ‘mati’. Sedangkan pada otak perempuan, 90% aktivitas elektriknya tetap menyala. Menjadi sensitif dan dapat berpikir rasional dalam waktu yang bersamaan adalah kelebihan Anda. Perempuan ingin selalu mengontrol dan menguasai laki-laki Kenyataannya Perempuan bukan ingin mengontrol, hanya ingin memastikan saja bahwa Si Dia baik-baik saja. Anda hanya ingin selalu jadi orang pertama yang hadir saat pasangan menghadapi masalah untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman. Saat pasangan kesepian, Anda ingin memastikan bahwa dia tidak sendiri. Perempuan mandiri tidak butuh laki-laki Kenyataannya Menjadi superwoman bukan berarti Anda tak butuh pasangan dan alergi pada sayang-sayangan. Katakan padanya bahwa Anda tetap butuh dia untuk memberi dukungan, melindungi dan menguatkan perasaan saat terpuruk. Terkadang, Anda hanya butuh kalimat yang menenangkan dari pasangan untuk membuat perasaannya aman. Perempuan punya radar pendeteksi di kepalanya Kenyataannya Perempuan, seperti juga sebagian besar binatang mamalia betina, dilengkapi dengan kecakapan indera yang jauh lebih baik daripada pria. Menurut Allan dan Barbara Pease, penulis Sillyman from Mars, Pitywoman from Venus, sebagai orang yang melahirkan dan penjaga rumah, mereka butuh kemampuan merasakan suasana hati, dan perubahan sikap pada orang lain.Sumber : www.kompas.com

No comments :