ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Sunday, 10 August 2008

TWI : Presiden Beri Penghargaan Dairi

"Jangan pernah mengaku ke Dairi kalau belum ke Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo". Ungkapan ini mungkin terdengar berlebihan, tapi sebenarnya tidak. Setelah kopi Sidikalang (yang tampaknya kini kian terpinggirkan), kini muncul ikon baru Kabupaten Dairi : ya itu tadi , TWI Sitinjo.buktinya TWI Sitinjo jadi ikon baru Dairi? Berlembar-lembar tulisan mungkin sudah menjelaskan hal itu. Fakta bahwa hampir semua tamu (baik pejabat, politisi, pengusaha dan lainnya) yang datang ke Dairi pasti di bawa berkunjung ke TWI juga menunjukkan hal itu. Mulai dari Menteri, Dubes atau Konsul Jenderal negara asing hingga pengusaha dan pejabat lainnya yang datang ke Dairi pasti di bawa ke TWI, seakan menegaskan bahwa ke Dairi kurang berkesan kalau tidak melihat TWI.Angka-angka berikut mungkin bisa menunjukkan betapa TWI begitu ramai dikunjungi orang setiap pekan. Menurut data Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Perhubungan Kabupaten Dairi, hingga Juli tahun ini saja tercatat sudah 112.479 orang yang berkunujung. Sedangkan sepanjang Juli hingga Desember 2005 (tahun mulai dibukanya TWI untuk umum) tercatat 31.776 pengunjung. Tahun berikutnya 2006, total 171.812 pengunjung yang datang. Lalu pada 2007 meningkat lagi jadi 216.998 orang. Gubernur Sumut H.Syamsul Arifin, SE pun saat penutupan Pesta Danau Toba (PDT), Jumat (18/7) kemarin di Parapat, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, "Setelah PDT ini akan di gelar Pesta Mejuah-juah di Kabupaten Karo. Insya Allah Pak Presiden bisa hadir sebab disana banyak pegunungan yang perlu diperhatikan dan di sana juga ada Taman Wisata Iman yang dijadikan Obyek Wisata dimana telah berdiri segala rumah ibadah berbagai agama". Artinya, Gubsu pun telah mempromosikan TWI ini kepada Presiden. Bukankah itu luar biasa? TWI terletak di sebuah perbukitan di kawasan Sitinjo (Sebelum dimekarkan jadi Kecamatan Sitinjo, dulunya masuk Kecamatan Sidikalang). Letaknya kira-kira 3 kilometer sebelum mencapai kota Sidikalang (ibukota Kabupaten Dairi) dan dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Medan. Dengan luas areal mencapai 13 hekatare dan konstur perbukitan dan lembah yang begitu alami, TWI benar-benar tempat wisata religius, atau bisa juga dikatakan spiritual. Gambaran ideal kerukunan umat beragama barangkali dapat terlihat di sini, dengan rumah-rumah ibadah agama-agama besar di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Budha dan Hindu berdiri megah, tertata rapi dan mengagumkan. Ciri khas TWI, adanya semacam 'situs-situs' atau relief yang menggambarkan peristiwa keagamaan, misalnya saja 'Bukit Golgata' (tempat penyaliban Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Injil), 'Gua Bunda Maria', '14 perjalanan salib', 'Perahu Nabi Nuh' (tahap penyelesaian), juga tempat latihan menasik haji. Kebersihan TWI juga cukup terjaga, terbukti sejauh ini belum terdengar pengunjung mengeluhkan kebersiahn lokasi ini. "Ketika kerinduan kita untuk mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa dan menyatu dengan alam ciptaan-Nya yang agung dalam suasana hening dan sejuk, semuanya itu bisa kita dapatkan disini, di TWI", ujar Kadis Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan Dairi Drs. Pardamean Silalahi dalam percakapan dengan SIB, belum lama ini. Silalahi menjelaskan, didirikannya TWI bertujuan meningkatkan kualitas beragama para pengunjuang, membuat hubungan antar umat beragama makin serasi dan harmonis serta memberi dorongan untuk masuknya investor dalam bidang pariwisata. Nilai-nilai religius tempat ini sangat tinggi. Misalnya saja, pengunjung yang beragama Islam dapat melaksanakan sholat dan sembahyang di Mesjid yang berada di atas bukit, begitu juga yang beragama Nasrani dapat beribadah ke gereja yang ada di sini atau berdoa di Gua Bunda Maria, demikian juga bagi umat Hindhu dan Budha ada lokasi untuk mereka, jelasnya. Selain rumah ibadah lima agama, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah dari bukit serta wisata sungai/alam. Terdapat jalan setapak yang menghubungkan semua lokasi di TWI sehingga pengunjung juga dapat sekalian melakukan jogging track. Sumber SKH. SIB

No comments :