ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 20 November 2008

Suku Pakpak di Dairi Harus "Lebih Dewasa"

Menjelang Putaran ke-2 Pemilihan Bupati Dairi, riak-riak khususnya mengenai Suku Pakpak di Kabupaten Dairi mulai muncul hebat. Berita di SKH. Medan Pos terbitan 10 Nopember 2008 berjudul "Kakupaten Dairi Akan Hadapi 'Malapetaka' Politik dan Sosial." Kemudian anak kalimatnya tertulis "Bagaimana Nasip Suku Pakpak Kedepan, Jika Satupun Pemimpin di Dairi tidak ada Suku Pakpak". Nara sumber menyebut dirinya Pakalima Pakpak Indonesia yang terdiri dari Ahmad Padang, Hasmar Bancin, Nursina Br. Cibro(PERPI) , Raja Usman Capah (Ketua LKP) dan Fitrianto Brampu (Ketua HMPI. Dari judul; dalam tulisan koran ini, dinilai banyak kalangan terlalu emosional dan tidak berdasarkan fakta dan mengacu pada nilai-nilai sosial masyarakat yang menjunjung demokratisisasi. Berdasarkan berita yang di tulis, nuansa politis sangat kental dalam berita ini. Surat undangan di edarkan tertanggal 17 Nopember 2008 yang ditujukan kepada tokoh-tokoh Pakpak untuk mengadakan pertemuan Hari Jumat 21 Nopember 2008 di Gedung Jauli Manik Pukul 13.30 WIB. Agenda : Menyikapi Calon Pemimpin di Kabupaten Dairi Periode 2009-2014. Surat ditandatangani Forum Penyelemat Pakpak Indonesia dengan ketuanya Ahmad Padang dan Fitrianto Berampu. Setelah itu, muncullah Surat yang ditandatangani oleh 13 Tokoh Pakpak yaitu : Takdir Ujung, Masri Angkat, Neksam Bintang, Samsul Kudadiri, Abdul Gajah Manik, N. Capah, Ferdi Sinamo, Ahmadi Berampu, Maston Matanari, Nusin Lingga, Pandapotan Manik, Selamat Ujung, dan Muslim Bako. Surat ditujukan kepada : Bupati Dairi, Kapolres Dairi, Dandim Dairi, Kajari Sidikalang, Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang dan Ketua DPRD Dairi. Inti dari surat tersebut adalah : 1. Pertemuan yang akan dilaksanakan tanggal 21 Nopember 2008 oleh Forum Penyelamat Pakpak ditiadakan. 2. Apabila ini tidak di respon maka pertemuan itu akan di bubarkan . Demikian...jadi rame kan....

No comments :