ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Sunday, 7 December 2008

Aktifis Pilkada Dairi Tewas Mencurigakan

Drs. Poltak Butarbutar sekretaris FP3D (Forum Pemantau Pilkada Dairi) ditemukan tewas di salah satu kedai kopi lokasi Letter Z kec. Siempat Nempu, Dairi (sekitar 15 Km dari kota Sidikalang) Minggu (7/12). Meski tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban namun pihak keluarga meminta otopsi akan jenazah orang yang dikenal kritis dalam berpikir itu. Kapolsek Tigalingga AKP Bambang Rubianto, SH yang dikonfirmasi wartawan di RSU Sidikalang menyebutkan sekira pukul 07.00 wib mereka dikabari seorang pemilik kedai inisial Br. H yang berada di letter Z Siempat Nempu akan seorang yang dilihatnya aneh di kedainya. Selanjutnya polsek Tigalingga menuju lokasi dan menemukan Poltak Butarbutar telah tewas di tempat. Selanjutnya mayat dievakuasi ke RSUD Sidikalang .Diuraikan pemilik warung Br. H telah dimintai keterangan seputar kejadian tersebut dan menyebutkan pagi itu korban datang ke warungnya bersama dua orang temannya . Korban memesan telor setengah matang dan selanjutnya pemilik warung menyiapkan pesanan tersebut ke dapur. Namun sekembalinya dari dapur korban sudah terlihat sekarat sedang dua teman korban sudah tidak berada di tempat. Dikatakan kalau korban saat ditemukan sudah tidak bernafas lagi dan dari saku korban tidak ditemukan handphone yang biasa di pegang korban. Namun dompet berserta beberapa surat identitas didalamnya utuh ditemukan. Sementara itu keterangan yang berhasil dikumpulkan dari rumah korban istri korban menyebutkan kalau malam itu korban tidak tidur di rumah. Malamnya korban berpamitan dari rumah akan menghadiri rapat natal marga Butarbutar yang rencananya dilakukan minggu. Isteri korban menyebutkan kalau sebelumnya korban tidak pernah mempunyai catatan tentang gangguan medis. Sedang analisa yang menyebut korban tewas akibat serangan jantung menurut isteri korban sama sekali tidak masuk akal. Beberapa teman korban menyebutkan kalau kebiasaan korban jika keluar dari rumah selalu memberitahukan siapa temannya kepada isterinya. Disebutkan kalau sore itu sekira pukul 17.00 korban masih terlihat duduk di salah satu warung pusat kota Sidikalang. Korban kembali kerumah dan sepeda motor korban ditinggalkan di rumah. Masih keterangan teman korban kalau hingga malam sekira pukul 19.00 Wib korban pergi meninggalkan kedai dengan berjalan kaki dengan alasan akan rapat Natal. Korban berjalan menuju jalan ujung Sidikalang . Sementara itu saat dilakukannnya pemeriksaan mayat oleh dokter RSUD Dairi terlihat wajah korban membiru namun tidak ditemukan tanda tanda bekas kekerasan di sekujur tubuh korban. Namun dari mulut korban terus mengalir cairan. Namun kerena keterbatasan peralatan RSUD Sidikalang korban diotopsi ke Medan untuk memastikan apakah korban tewas karena serangan jantung atau kemungkinan lain . Berita tewasnya aktifis yang dikenal kritis untuk Dairi ini cepat meluas hingga RSUD Sidikalang padat oleh warga. Poltak Butarbutar dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah dan aktif dalam membela hak-hak demokrasi. Korban juga dikenal meluas rakyat Dairi karena keberaniannya dalam melakukan kritik dan berseberangan pendapat dengan pemerintah. Terakhir dalam perjalanannya di FP3D mereka bersama ketua FP3D Tumbur Simorangkir beberapa kali demo ke KPU Dairi, KPU Sumut serta KPU Pusat perihal tuntutan akan keputusan KPU Dairi dalam meluluskan seorang cabup periode 2009-2014. (Sumber SKH. Batak Pos)

3 comments :

ben said...

Berita ini mengejutkan, akan saya tampilkan di site saya, jd saya permisi untuk meng-copy pastenya, trims sebelumnya.

ben said...

berita yg mengejutkan... saya izin untuk mengcopy pastekan ke benss.co.cc

nb. koq agak repot meninggalkan pesan di blog ini.

Anonymous said...

Bukankah Pak Poltak yang ikut mendemo soal KPU yang meloloskan Johni Sitohang untuk menjadi Calon Bupati Dairi 2009-2014. Saya curiga, apalagi keluar cairan dari mulut...jangan-jangan di racun tuh...Polisi harus segera bertindak....