ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 22 January 2009

Makna Kata Pelayan Bagi PNS

Pegawai Negeri Sipil atau sering disebut PNS disebut-sebut sebagai pelayan masyarakat atau Pamong Praja. Kebisuan sering ditemui dalam diri PNS ketika masyarakat bertanya sejauhmana pola sikap, tanggungjawab serta prilaku seorang pelayan bagi masyarakat. Campur aduk kehidupan PNS dalam bermasyarakat mau tidak mau akhirnya banyak yang terkontaminasi lingkungan kemudian mampu mengaburkan status diri sebagai pelayan masyarakat. Pikir-pikir istilah pelayan itu sendiri ternyata setelah diaduk-aduk oleh kesukuan, adat istiadat, kekeluargaan, serta politik akhirnya melahirkan banyak sikap pelayan yang diambil seorang PNS. Beberapa prilaku pelayan yang tampak dari sosok seorang PNS mewarnai birokrasi pemerintahan termasuk pemberian pelayanan kepada masyarakatnya. Tidak heran di banyak kasus terjadi perbedaan pola sikap, prilaku termasuk cara melayani orang per orang, tidak memberikan perlakuan yang sama. Inilah sosok pelayan itu.... Pertama, Pelayan Sukarela . Model pelayan seperti ini mengingatkan kita pada masa-masa jaman kerajaan dulu. Abdi dalem atau pelayan raja atau pelayan keraton mengabdikan dirinya secara sukarela kepada rajanya tanpa menuntut bayaran sebelum melayani. Tidah heran,loyalitas merekapun luar biasa hebatnya karena menurut pemandangan pelayan seperti model ini, raja atau pimpinan adalah 'tuhan' bagi mereka sehingga melayani raja atau pimpinan adalah suatu hal yang sangat mulia. Model ini sangat langka ditemui dalam sosok PNS. Walaupun ada, memberikan pelayanan tanpa menuntut bayaran tetapi sangat langka ditemui PNS seperti ini. Model Kedua,Pelayan Kontrakan.Pelayan kontrakan bisa diartikan sebagai seseorang yang melayani karena dia dibayar untuk itu. PNS adalah contoh nyata seorang pelayan Kontrakan, di kontrak melayani masyarakat sampai pensiu. Ini berarti seharusnya dalam melaksanakan tugas pelayanan, PNS tidak lagi memingta bayaran atau upeti dari masyarakat yang dilayaninya. Model Ketiga, Pelayan Terpaksa. Pelayan terpaksa ini disebabkan seseorang telah di beli atau ditukar dengan sesuatu kemudian sang majikan menjadikannya pelayannya. Dahulu kita mendengar banyaknya perbudakan apalagi di daerah Afrika - Amerika dan Eropa. Model seperti ini juga banyak dipraktekkan di masa sekarang ini. PNS menjadi model Pelayan Terpaksa karena dituntut keadaan dimana ia harus mengikuti perintah pimpinannya melakukan ini dan itu karena terikat akan sesuatu atau karena diancam oleh ketakutan sesuatu. Model Pelayan Keempat, adalah Pelayan Licik. Namanya Pelayan Licik, ada sesuatu tujuan akhir dibenaknya sehingga ia rela terpaksa menjadikan dirinya pelayan hingga tujuan akhirnya tercapai. Tujuan akhir itu bisa saja untuk mecari kelemaham pimpinannya, kelemahan yang dilayani, kemudian menghancurkannya.Model pelayan ular berkepala dua ini sangat berbahaya bagi seorang PNS. Kini kita hanya melihat model-model pelayan pada sosok seorang Pegawai Negeri Sipil, yang mana mereka idolakan.

No comments :