ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Friday, 3 April 2015

Mikir Hebohnya Olga

OLGA SYAHPUTRA namnya tidak asing lagi di dunia hiburan. Kaget banget aku ketika melihat histeris dan ramainya orang yang datang melihat jenazahnya. Kalau kupikir-pikir, saat seorang gubernur meninggal saja tidak seperti itu hebohnya. Hal ini menguatkanku bahwa kharisma seseorang itu ditunjukkan dari kepedulian seseorang ketika sosok yang dikagumi itu memiliki masalah, kepentingan ataupun berduka saat ini. Tidak heran juga kalau dipikir-pikir, seorang profesor, doktor atau master universitas yang tinggi sekolahnya, banyak yang kalah bersaing meraup suara saat pemilihan anggota DPRD mupun DPR-RI. Orang tidak peduli apakah ia pintar, apakah ia akan cocok di situ, dan tidak perduli apakah pilihannya tepat. Yang ada dalam pemikirannya, orang itu dia kenal, dia suka dan buat dia senang atau terhibur. Ke-fanatisme-an ini tidak jauh bedanya bila di sentuhkan dengan masalah suku, atau agama, atau persamaan daerah asal. Tidaklah heran ketika seseorang mencalonkan diri menjadi kepala daerah atau anggota dewan, maka walaupun kita tidak mengenalnya, asalkan suku kita sama, asalkan, daerah asal kita sama atau asalkan agama kita sama, maka kita akan memilihnya mencoblos namanya. Begitulah kharisma seseorang sudah bergeser jauh mengalahkan logika, akal pikiran bahkan relevansi seseorang pada sesuatu hal.  Sekarang, bagaimana memanfaatkan peluang ini .... karena lulusan  akademisi dunia pendidikan akan semakin terpinggirkan oleh ketenaran... maka mulailah kita belajar menjadi public figur yang tenar atau terkenal dan di sukai orang maka itu akan memuluskan berbagai hal ketika kita membutuhkan suara atau dukungan masyarakat.