ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Tuesday, 6 November 2007

Kabupaten Dairi Merentang Sayang

Mayjend.CPM. (Purn) I.GK. Manila, Mantan Ketua Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dalam satu kesempatan mengatakan : “Para Pamong Praja Muda sekalian, menjadi orang baik itu gampang … tetapi menjadi orang yang bernasib baik itu susah. Oleh karenanya selalu ingat 3-S yaitu smile-safety-singing. Dengan modal ini ekspresikan berbagai inovasi, kreatifitas dan dedikasi dalam menempatkan diri sebagai Pelayan Masyarakat, dimanapun berada.” Paling tidak, selalu terngiang dalam berbagai proses kerja yang dilakukan sebagai Pamong Praja Muda. Rangkaian prestasi yang terus diciptakan, memang membutuhkan semangat tinggi dan suntikan dukungan pemahaman pimpinan. Good Governance sebagai landasan berpikir seorang Pamong Praja Muda dan atau pegawai negeri, atau pedagang, atau petani; sesuai dengan porsi kompetensi diri masing-masing. Menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, membangun bersama rakyat, tidak akan tersentuh hanya dengan rentetan kebijakan tanpa mau bergandengtangan menyatukan langkah membangun Kabupaten Dairi, bersama.


Kabupaten Dairi, sebagai salahsatu daerah strategis pengembangan wisata terutama wisata rohani, juga menyimpan berbagai potensi sumber daya alam yang patut diperhitungkan dunia internasional. Kopi Sidikalang, gambir, kemenyan merupakan sebahagian kecil produk unggulan yang berasal dari potensi alam Dairi. Kedepan, bagaimana pembangunan Kabupaten Dairi lebih maju dan berprestasi menjadi tanggungjawab kita bersama. Untuk Kabupaten Dairi, sumbang pemikiran ide serta sedikit kreatifitas diri menerobos panjangnya birokrasi yang harus dilalui, terrpaksa dilakukan. Berikut sekelumit pandangan sebagai bahan kajian pengambilan kebijakan pemerintahan.


PENGEMBANGAN E-GOV


Walau Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pengembangan Electronic Governmant yang wajib disikapi , termasuk kabupaten/kota, Kabupaten Dairi sepertinya masih belum mulai beranjak mendekatinya. E-Gov, merupakan suatu proses penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Berbagai bentuk pengembangan e-Gov seperti adanya pembangunan website internet Pemerintah Kabupaten Dairi, sistem pelayanan masyarakat secara online via internet, dan sistem penanaman modal/investasi secara online. Pembuatan website internet misalnya, banyak manfaat yang di dapat jika Kabupaten Dairi memiliki Website, seperti : masyarakat luas/dunia dapat meng-akses atau mengetahui potensi Kabupaten Dairi, budaya, prestasi pembangunan, kebijakan-kebijakan strategis Kabupaten Dairi, serta berbagai sarana informasi komunikasi aktif dengan masyarakat, perantau dan juga investor via internet.


Dengan demikian, promosi wisata, sumberdaya alam dan berbagai produk unggulan Kabupaten Dairi dapat ter-ekspose sebagai keuntungan adanya website internet ini. Kedepan, website juga dapat dikembangkan menjadi salahsatu sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui iklan, banner, maupun pariwara yang di kontrak pihak ketiga di website. Sepertinya, selain keberadaan website bertujuan mewartakan Kabupaten Dairi secara nyata, pelayanan masyarakat yang canggih melalui e-mail, gengsi daerah-pun menjadi bahagiannya.


PENGEMBANGAN TWI


Di Bali, ada Pure tempat ibadah Umat Hindu yang terletak di pinggiran pantai, ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan rohani, biasa atau keduanya. Konsepnya selain masyarakat beribadah juga dapat berwisata menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Prestasi luarbiasa Kabupaten Dairi memiliki potensi wisata rohani seperti Taman Wisata Iman. Pengembangan TWI di Desa Sitinjo yang lengkap beridiri rumah-rumah ibadah dari berbagai agama yang di akui Pemerintah. Yakin dan percaya, mungkin konsep pengembangan TWI Iini sudah terpikirkan Pemerintah Kabupaten Dairi, namun sebagai bahagian dari rakyat yang cinta Kabupaten Dairi, tidak salah sedikit berbicara.


Awalnya ketika melihat TWI, sebahagian masyarakat juga ingin menikmati keindahan pemandangan yang mempesona diri dari keberadaan TWI ini. Tidak berlebihan jika memandang ide kretatif DR.M.P.Tumanggor (Bupati Dairi) adalah jempolan, menciptakan tempat ibadah berbagai agama dalam satu lokasi berdampingan. Ada Syurga di TWI, kadang terucap kata-kata ini dari sebahagian masyarakat yang merasakan keindahan keindahan alam TWI buah karya Yang Maha Kuasa dan pengembangan TWI sebagai buah karya Bupati Dairi. Tidak cukup sampai disitu, seandainya di TWI terdapat berbagai fasilitas pendukung lainnya, tentu daya tarik menjadi lebih membahana. Pandanglah, jika di TWI ada Pasar kerajinan/produksi daerah, taman-taman bermain untuk anak-anak, fasilitas olahraga seperti lapangan bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, kolam renang, paralayang, swalayan, bahkan penginapan. Dorongan masyarakat dan atau wisatawan akan tumbuh kuat untuk menghampiri TWI sebagai objek wisata plus dan tempat mencari nafkah baru, yang sangat rugi jjika di sia-siakan atau dilewatkan.


Di dukung sarana transportasi lokal seperti kereta api mini, kuda, sepeda santai, dan delman, tentunya akan mempermudah wisatawan melahap seluruh keindahan objek wisata Taman Wisata Iman. Paling tidak hal-hal di atas merupakan sebahagian kecil keinginan untuk melihat TWI yang memiliki fasilitas-fasilitas pendukung.


PELIBATAN NGO


Jika kita ingin orang lain berbuat baik terhadap kita, mulailah dari diri kita sendiri untuk berbuat baik terhadap orang lain. Sependapat mungkin, kita, dengan ungkapan ini. Pada konteks pelibatan NGO (Non Governmant Organization) di Kabupaten Dairi seperti Pers, LSM, dan organisasi lain dalam proses-proses pembangunan secara aktif, seharusnya menjadi salahsatu bahagian terpenting dalam perumusan analisa-analisa kebijakan pemerintahan yang menyentuh masyarakat luas. Bagaimanapun pemahamannya, sebagai bahagian dari masyarakat Kabupaten Dairi, naif jika individu-individu yang bernaung dalam NGO itu memiliki keinginan menghancurkan tanah kelahirannya tempat ia hidup dan mencari kehidupan.


Olehkarenanya, mengeratkan jalinan persaudaraan, mungkin rekomendasi penting untuk menjadi perhatian Pemerintahan Kabupaten Dairi. Kalau ditanya bagaimana caranya, tidak mengajari, cukup sederhana, penyelenggaraan kegiatan coffe morning dengan tujuan penyampaian berbagai informasi strategis pembangunan Kabupaten Dairi dan sebaliknya sebagai sarana klarifikasi terhadap penyelenggaraan kebijakan pemerintahan. Kegiatan brain storming (curah pendapat) dalam diskusi-diskusi dalam penyusunan kebijakan-kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat, juga dipandang penting dilakukan. Berbicara cost, ,memang sebagai salah satu konsekwensi yang harus dihadapi, tetapi atas dasar niat dan tujuan baik pemerintahan, tidak akan ditemui inefisiensi jika disepakati melakukannya.


PENGGALIAN POTENSI PERANTAU


Belajar dari budaya Minang : “Minang Maimbau” (kampung halaman memanggil) tanggungjawab perantaunya untuk membangun daerah dari perantaunya atau Gebu Minang, dipandang cukup strategis dikaji serta dikembangkan. Sekarang masih belum dijajaki aktif perhatian kearah memupuk tumbuhnya peran para perantau Dairi di seluruh Indonesia. Kekuatan perantau dapat dimanfaatkan sebagai pendukung kebijakan-kebijakan pembangunan masyarakat Kabupaten Dairi. Jika jiwa, rasa, dan karsa perantau di jembatani Pemerintah Daerah, mudah-mudahan karya para perantau Dairi-pun termotivasi untuk tumbuh dan berkembang.


Langkah awal,adanya niat baik Pemerintah Kabupaten Dairi memfasilitasi pembentukan atau pendirian organisasi-organisasi perantau yang berasal dari Kabupaten Dairi di seluruh Indonesia. Tidak salah jika Bupati Dairi bersama Muspida-nya harus bertandang ke propinsi lain untuk meresmikannya terbentuknya Ikatan Perantau Dairi (IPEDA) atau Kerukunan Keluarga Dairi (KKD) di seluruh Indonesia. Melalui organisasi perantau ini, pelibatan para perantau dalam perumusan kebijakan-kebijakan pembangunan Kabupaten Dairi dapat diselenggarakan.


PENUTUP


Sedikit corat-coret untuk kebahagian masyarakat, terletak di pundak Pemerintahan dan juga masyarakat Kabupaten Dairi. Permasalahan keuangan daerah yang terbatas memang menjadi salahsatu indikator penyelenggaraan kegiatan, apapun namanya. Wujud sayang Pemerintah Kabupaten Dairi tentunya akan sisa-sia jika masyarakat Kabupaten Dairi dimanapun berada tidak care kepada Pemerintahan Kabupaten Dairi. Sayangnya sebagai masyarakat bukan berarti diam sebagai penonton dipinggir lapangan, tetapi turut berperan dalam pembangunan Kabupaten Dairi. Slogan Dairi Membangun Bersama Rakyat, tidak bisa ditawar-tawar lagi, rakyat Dairi-lah yang menentukan kapan Kabupaten Dairi ini maju dan layak dibanggakan nantinya, semoga. (Penulis adalah salahsatu Pamong Praja Muda yang bertugas di Kabupaten Dairi)

1 comment :

PLaNiuS said...

Salam kenal Pak, saya sebagai putra Dairi sangat bangga dengan adanya Taman Wisata Iman Sidikalang.

Begitu bangganya sampai di blogku (planius.blogspot.com) sering ku post mengenai berita2 terbaru TWI.

Selamat bertugas Pak di kabupaten kita tercinta...