ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Thursday, 20 March 2008

Dairi Bangun Jaringan Internet


Munculnya teknologi internet membawa banyak perubahan pada semua sektor kehidupan.Mulai dari kemudahan cara mengakses informasi yang tidak mengenal kendala jarak maupun waktu, jual beli on line, chatting, dan sebagainya. Padahal pemerintahan di seluruh dunia saat ini dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Pemerintah tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-based administration (surat menyurat) mulai ditinggalkan. Transformasi traditional government menjadi electronic government (e-gov) menjadi salah satu isu kebijakan publik yang hangat dibicarakan saat ini.

Banyak kantor/satuan unit kerja yang khusus bertanggung jawab terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di daerah atau lembaga pemerintah seperti unit Pengolahan Data Elektronik (PDE), unit Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi, Unit Telematika dan sebagainya mengalami kendala ketika harus mensosialisasi e-gov ke dinas atau unit kerja yang lain yang tidak berhubungan dengan TIK. Kondisi yang sering ditemui adalah minimnya kepedulian serta ketidaktahuan akan TIK. Kecendrungan yang muncul, jika pembangunan/proyek/program kerja yang berhubungan dengan TIK hanyalah “milik” atau tanggungjawab PDE atau Badan Informasi & Komunikasi di Kabupaten Dairi. Hal di atas banyak terjadi di lembaga-lembaga kantor pemerintah terutama di kalangan pemerintah daerah seperti provinsi, kabupaten dan kota. Sebuah lembaga seperti PDE misalnya tak ubahnya seperti seorang single fighter dalam pelaksanaan kegiatan serta program e-gov. Sedangkan satuan unit kerja lainnya merasa tidak bertanggungjawab. Maraknya perkembangan teknologi informasi (TI) kini mulai dioptimalkan. Salah satu upayanya adalah dengan membangun website pemerintah dan pembangunan jaringan internet di daerah. Berdasarkan informasi yang diperoleh di www.depkominfo.go.id dari 33 provinsi dan 443 kabupaten/kota, 402 diantaranya sudah memiliki website (84%).

Menyikapi ketertinggalan Kabupaten Dairi di bidang internet, Bupati Dairi – DR.MP. Tumanggor saat berdialog dengan KIRANA dan Kepala Badan INFOKOM Kabupaten Dairi – Drs.Ramses Simamora, beberapa waktu lalu di Pendopo; mengungkapkan keinginannya yang sudah lama belum terwujud yaitu adanya jaringan internet dan data base di Kabupaten Dairi. Menurut Bupati Dairi, melalui internet komunikasi tanpa batas (waktu & tempat) dapat dilakukan tidak hanya antar sesama aparatur pemerintah tetapi dapat dinikmati masyarakat luas, perantau dan bahkan investor asing. Promosi daerah melalui internet lebih unggul dibandingkan dengan menggunakan media massa non elektronik, karena accesnya cepat, kerahasiannya terjamin serta mudah dilakukan kapan dan dimana saja.

Kepala Badan INFOKOM, Drs.Ramses Simamora menjelaskan kepada KIRANA, sesuai dengan perencanaan yang dilakukan menindaklanjuti kebijakan Bupati Dairi tahun 2008 ini akan dibangun jaringan informasi internet. “Kita telah mencoba merumuskan pola dan program pembangunan jaringan informasi internet di Kabupaten Dairi bekerja sama dengan salah seorang staf Bagian Tata Pemerintahan Setda. Kabupaten Dairi (Robert H. Ginting,AP,M.Si – red), yang duluan mengenalnya” ujar Simamora. Simamora menambahkan “Dari dari hasil diskusi dan arahan bapak Bupati Dairi, pembangunan jaringan internet di Kabupaten Dairi akan dilaksanakan tahun 2008 ini meliputi pembangunan jaringan internet di 15 kecamatan termasuk di dinas, badan kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi”. Mengenai waktu pelaksanaan kegiatan pembangunan jaringan internet tersebut, ia belum dapat memastikan namun menurutnya dalam waktu dekat ini proses pelaksanaan kegiatannya akan dimulai.

Menurut Ginting yang pernah menjadi Kepala Seksi Pengolahan Data Elektronik di Kantor Informasi & Komunikasi Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat; pembangunan Jaringan Internet di 15 Kecamatan se-Kabupaten Dairi adalah program strategis yang sangat banyak manfaatnya tidak saja bagi masyarakat tetapi bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pemerintahan Daerah. Ia menjelaskan dalam pembangunan jaringan internet ini, menurut Time Line Schedule (perencanaan waktu) pembangunan jaringan internet, pembangunan akan memakan waktu sekitar 9 bulan dengan 6 pokok kegiatan. Kegiatan dimulai dari study kelayakan serta persiapan pembangunan yang berisikan kegiatan perumusan schedule (jadwal) pelaksana kegiatan, pembuatan master plan kegiatan dan paparan serta konsultasi master plan oleh rekanan. Kegiatan kedua, dirangkaian dnegan pembelian hardware (perangkat keras, seperti komputer), setting server, seting Local Area Network (LAN), dan instalasi link internet. Kegiatan ketiga, pengembangan teknologi informasi terdiri dari kegiatan-kegiatan system design, development (pembangunan/pembuatan) new website design, new SISKUM Design (Sistem informasi manajemen hukum), new SIMPEG Design (Sistem Informasi Kepegawaian), & pembuatan sistem seperti Geographical System dengan gambaran sistem untuk penerapan di 15 kecamatan. Sistem ini mampu melalui peta satelit dan mampu menggambarkan peta yang berisikan seluruh informasi tentang daerah, kecamatan, desa, maupun keluarga atau masyarakat. Selain itu sistem yang telah dibuat akan diuji dan dilakukan perbaikan-perbaikan sekaligus melaksanakan pelatihan-pelatihan terhadap operator-operator komputer yang bertanggungjawab terhadap komputer yang tersambung dengan sistem jaringan internet di setiap unit kerja.

Kegiatan keempat adalah pembangunan Net Work Link (jaringan kerja internet) melalui survey lokasi kecamatan, dinas, badan, kantor, dan bagian serta pendirian tower acces wireless (akses internet tanpa kabel) LAN internet. Kegiatan ini dirangkaikan dengan instalasi sistem sekaligus pengujian jaringan. Menurut Ginting yang pernah mengikuti Workshop Website Design dan Pelatihan Pembuatan Jaringan Komputer (Local Area Network) di Badan Diklat Departemen Dalam Negeri; Kegiatan kelima dan keenam ada kesamaan, pada kegiatan ini sistem atau jaringan internet yang telah terbangun akan menjadi sebuah sistem yang tidak hanya dapat dimanfaatkan kantor atau instansi pemerintah, tetapi masyarakat luas juga dapat mengakses pemakaian internet secara gratis. Akses internet yang diperoleh langsung via satelit ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengiriman surat-surat dinas melalui email internet dan chatting online. “Pemerintah Kecamatan tidak perlu repot-repot lagi datang ke Kantor Bupati atau Kantor Dinas untuk mengantar surat dinasnya, cukup melalui email resmi saja” ungkap ginting bersemangat. Selain itu, sistem chatting online internet akan menjadi pusat informasi online Pemerintah Kabupaten Dairi, masyarakat dari kalangan apapun dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui operator yang on line di setiap unit kerja sampai kecamatan. “Jika ada permasalahan yang perlu dikoordinasikan, unit kerja tidak perlu lagi menggunakan fasilitas telepon untuk bertanya, cukup melalui chatting online saja sudah bisa” tambahnya.

Ketika KIRANA bertanya mengenai website Dairi dengan domain www.dairikab.go.id yang terkesan tidak serius dikelola, Ginting menjawab “Itulah, jika penguasaan teknologi dan keengganan belajar rendah, pasti mengakibatkan hasil pekerjaan yang tidak profesional”. Ketika ditanya keyakinannya terhadap keberhasilan pembangunan jaringan internet di tahun 2008 ini, ia menjawab ringan “tergantung komitmen dan SDM penyelenggaranya”. Jawaban yang diberikan masih belum jelas dan kembali KIRANA mencari maknanya. “Ya, kalau SDM pengelolanya rendah ditambah kaburnya komitmen dengan munculnya penyusupan berbagai kepentingan, tentu kualitas kerja akan jelek dong” katanya tak yakin.

Internet, kata ini masih asing bagi sebahagian besar masyarakat di Kabupaten Dairi. Penyebabnya tidak lain karena acces internet hanya dapat diperoleh melalui fasilitas Telkmonet Instant, artinya orang dapat bermain internet jika memiliki fasilitas komputer dan jaringan telepon. Pemakaian acces telkomnet instant –pun cenderung terbatas bagi kalangan eksekutif atau PNS, selain biayanya cukul mahal Rp. 9.900/jam kecepatan loading (menampilkan data) sangat kecil antara 14 – 46 kb/sec. Namun sebulan terakhir ini, pihak Telkom telah meluncurkan paket Internet Speedy dengan kecepatan 300 kb/sec walau jumlahnya masih terbatas sekitar 40-an acces speedy. Semoga diakhir tahun 2008, Dairi betul-betul “melek” internet. (K-8)

No comments :