ROBERT HENDRA GINTING, AP, M.Si

Saturday, 7 June 2008

Siapa Bos Anda

Berapa pun banyaknya "atasan" Anda, menurut Tuti Indra Fauziah dari Iradat Konsultan, yang sebetulnya disebut atasan Anda adalah atasan langsung yang memberi penilaian atau yang bertanggungjawab terhadap performance appraisal. Hanya saja, memang sering terjadi adanya "by pass" instruksi dari atasan kita atau atasan lainnya. Untuk menyiasatinya, ia memberi solusi berikut. KOORDINASI : Setiap kali mendapat instruksi atau tugas tambahan dari atasan yang bukan atasan langsung Anda, biasakan untuk mengoordinasikan atau menginformasikan tugas-tugas tambahan tersebut ke atasan langsung. Anda bisa menyampaikan secara langsung atau lewat email. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pertentangan tugas atau instruksi yang membingungkan. BERISKAP ASERTIF : Pemangku jabatan di kantor mungkin banyak, tapi bukan berarti mereka semua berhak memberi penugasan pada Anda. Karena masing-masing telah mempunyai jalur hierarki tersendiri. Perlu diingat, tanggungjawab Anda adalah pada tugas-tugas yang diberikan oleh atasan langsung. Kalaupun atasan-atasan lain memberi tugas juga, itu bukanlah suatu kewajiban yang mesti dipenuhi. Karena mereka tidak bertanggungjawab terhadap Anda. Atasan langsunglah yang memegang tanggungjawab tersebut. Jika sesuatu hal terjadi, maka dialah orang pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban. Jika sampai ada atasan lain atau superbos yang memberikan instruksi di luar sepengetahuan atasan langsung, Anda perlu bersikap asertif. Tanyakan saja apakah tugas tersebut telah diketahui oleh atasan langsung. Jika belum, mintalah dia untuk memberi tugas secara tertulis dan ditembuskan ke atasan langsung. Karena secara struktur, bila tugas Anda tidak selesai atau terpaksa lembur, atasan langsung berhak menegur.


BUAT PRIORITAS : Jika Anda bersedia mengerjakan tugas yang diberikan, selanjutnya buatlah prioritas, mana yang mesti didahlukan. Anda sah-sah saja mengatakan sedang mengerjakan tugas lain yang sama penting dan akan mengerjakan tugas tersebut begitu tugas utama selesai. Jika mereka mendesak agar tugas tersebut diselesaikan saat itu, Anda bisa memintanya untuk meminta izin pada atasan langsung. Atau, katakan bahwa Anda akan meminta izin atasan langsung dulu untuk mengerjakan tugas tersebut. Biarkan atasan langsung yang memutuskan. Jika dia memberi sinyal positif, baru Anda kerjakan. JANGAN TERLIBAT : Jika di antara atasan terlibat konflik karena masalah ini, pintarlah membawa diri. Jangan pernah ikut terlibat dalam perseteruan atasan. Karena begitu Anda terlibat, Anda akan terperangkap ke dalam politik kantor. Jangan sampai, Anda dimanfaatkan oleh "para atasan" sebagai tameng untuk mengatasi konflik di antara mereka. BIARKAN BOS NGAMBEK : Setiap keputusan yang Anda ambil pasti mengandung risiko. Jika Anda terpaksa menolak mengerjakan tugas atau tidak mengakomodasi keinginan dari atasan lain, dia pasti akan merasa tidak happy. Tapi, selama Anda yakin bahwa keputusan yang Anda ambil itu benar, tidak perlu takut. Anda tidak perlu selalu menuruti sikap ngambek Si Bos. Karena, sikap tersebut menjadi bukti bahwa dia belum dewasa. Hanya karena Anda tidak bisa mengakomodasi keinginannya, Anda tak perlu menyiksa diri dengan rasa bersalah. (www.kompas.com)

No comments :